BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Cegah Kekerasan pada Anak, Dosen Undiksha Kembangkan Sistem Konseling Berbasis EEG dan AI

**Caption Foto:** Tim dosen Undiksha mengembangkan SI-Konseling Pro berbasis EEG, AI, dan kearifan lokal Tri Kaya Parisudha di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Senin (31/8/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya memperkuat layanan bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah terus dilakukan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Salah satunya melalui pengembangan SI-Konseling Pro, sebuah sistem informasi konseling berbasis web yang menggabungkan teknologi Electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan (AI), serta kearifan lokal Bali Tri Kaya Parisudha.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Pengujian Produk Tahun 2026 yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Pengembangan SI-Konseling Pro dilakukan oleh tim yang diketuai Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons. Tim tersebut melibatkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta PD ABKIN Bali, dengan dukungan sejumlah instansi Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.

Prof. Suranata menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar hasil penelitian di perguruan tinggi dapat lebih mudah diterapkan dan menjawab kebutuhan nyata di sekolah. Teknologi yang dikembangkan berfungsi sebagai alat bantu bagi guru BK untuk melakukan skrining sekaligus memberikan pendampingan kepada siswa secara lebih terukur.

“Kami ingin riset dosen tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi dapat dihilirkan menjadi inovasi yang benar-benar dimanfaatkan. Karena itu, kami memadukan EEG dan AI dengan pendekatan konseling serta nilai Tri Kaya Parisudha agar inovasi ini relevan dengan kebutuhan sekolah,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

SI-Konseling Pro dilengkapi sejumlah fitur untuk mendukung layanan konseling. Di antaranya asesmen DASS-21, konsultasi bimbingan dan konseling secara daring, sistem pelaporan kasus kekerasan secara terstruktur dan anonim, hingga analisis EEG yang digunakan sebagai pendukung proses pre-konseling.

Data hasil EEG kemudian ditampilkan melalui dashboard. Informasi tersebut menjadi data tambahan yang dapat membantu melihat sejumlah indikator terkait konsentrasi dan regulasi emosi siswa.

Tidak hanya mengandalkan teknologi, pengembangan sistem juga memasukkan unsur kearifan lokal Bali melalui konsep Tri Kaya Parisudha. Ajaran tersebut menekankan keharmonisan dalam tiga aspek, yakni pikiran atau manacika, perkataan atau wacika, dan perbuatan atau kayika.

Nilai tersebut diintegrasikan dengan pendekatan konseling untuk membantu siswa membangun pola pikir, komunikasi, serta perilaku yang lebih positif dan harmonis. Integrasi budaya lokal ini menjadi salah satu karakteristik SI-Konseling Pro agar pemanfaatan teknologi tetap sesuai dengan konteks lingkungan pendidikan di Bali.

Untuk mendukung pengembangan sistem yang lebih kontekstual, tim juga menggunakan baseline norma neurofisiologis dari 35 subjek di Bali sebagai salah satu acuan interpretasi.

Pengujian SI-Konseling Pro telah dilakukan di sejumlah sekolah mitra di Denpasar dan Singaraja. Dalam tahap tersebut, tim mengumpulkan data baseline DASS-21 dari 400 siswa yang berasal dari delapan sekolah. Selain itu, uji pre-post test juga dilakukan terhadap 65 siswa.

Prof. Suranata berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat layanan konseling dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa.

“Harapannya, SI-Konseling Pro tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, khususnya dalam memperkuat layanan konseling dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa,” lanjutnya.

Pengembangan SI-Konseling Pro menjadi bagian dari upaya Undiksha mendorong hasil riset perguruan tinggi agar memiliki manfaat yang lebih luas. Perpaduan teknologi EEG dan AI dengan pendekatan konseling serta kearifan lokal Bali diharapkan dapat menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang modern, humanis, sekaligus sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *