BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Gemarikan Jadi Strategi Pemkab Buleleng Dorong Perbaikan Gizi dan Cegah Stunting

Warga menikmati beragam olahan ikan dalam kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar Pemkab Buleleng. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Buleleng terus dilakukan dengan mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan bergizi. Salah satu langkah yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Buleleng yakni memperkenalkan konsumsi ikan sebagai bagian dari menu sehat keluarga melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Program tersebut secara rutin diperkenalkan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Buleleng dalam berbagai kegiatan dan festival daerah. Edukasi dilakukan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat, salah satunya melalui penyajian beragam menu olahan ikan yang menarik dan mudah dikonsumsi.

Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan ikan laut memiliki kandungan protein yang baik untuk mendukung kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, hingga orang tua.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujar Melandrat saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Menurut Melandrat, potensi hasil laut yang dimiliki Buleleng menjadi peluang untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan bergizi masyarakat. Konsumsi ikan juga dikenalkan sejak dini agar masyarakat semakin terbiasa menjadikannya sebagai bagian dari menu sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Gemarikan tidak hanya sebatas membagikan ikan kepada masyarakat. Berbagai jenis makanan berbahan dasar ikan diolah menjadi hidangan yang lebih menarik, seperti sate ikan tuna, bakso ikan, hingga bandeng krispi.

Penyajian tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat, khususnya anak-anak, lebih tertarik mengonsumsi ikan tanpa menghilangkan nilai gizinya. Edukasi melalui makanan juga menjadi cara pemerintah memperkenalkan manfaat hasil laut lokal secara langsung kepada masyarakat.

Gerakan tersebut turut hadir dalam sejumlah agenda pariwisata dan kegiatan daerah. Pada Lovina Festival, misalnya, disediakan sekitar 500 porsi olahan ikan. Sementara dalam Buleleng Festival (Bulfest) 2026, jumlahnya meningkat hingga mencapai 4.500 porsi olahan laut.

Melandrat menilai upaya tersebut sejalan dengan kondisi Buleleng yang memiliki wilayah pesisir dan potensi hasil laut yang besar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Gemarikan juga terlihat dari banyaknya warga yang mengikuti dan menikmati sajian olahan ikan dalam berbagai kegiatan festival. Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Buleleng berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan secara rutin semakin meningkat sebagai bagian dari upaya memperbaiki pola konsumsi pangan bergizi sejak dini. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *