BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Arya Amithaba “Lawar Leadership”, Filosofi dan Inspirasi Kepemimpinan Berbasis Budaya Bali

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amithaba. (foto/red)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

GIANYAR (terasbalinews.com). Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, BPR Kanti menandai langkah penting dalam perjalanan transformasi organisasinya melalui peluncuran buku “Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan” sekaligus peluncuran program”*Corporate Culture Transformation BPR Kanti menuju Community Bank”.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amithaba, mengatakan kedua agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun model kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Bali sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman modern.

“Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan model kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Bali, sekaligus menjawab kebutuhan zaman akan tata kelola kelembagaan yang adaptif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Amithaba saat jumpa pers di kantor BPR Kanti, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, transformasi organisasi yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, sistem, dan modal semata. Dibutuhkan fondasi budaya yang kuat, karakter, integritas, serta kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat.

Peluncuran buku dan transformasi budaya perusahaan ini disebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan arah baru organisasi. BPR Kanti ingin membangun masa depan perusahaan melalui pendekatan budaya yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan komunitas.

Di tengah perkembangan dunia yang bergerak cepat, BPR Kanti memilih memperkuat kembali nilai-nilai lokal sebagai energi masa depan. Budaya dipandang bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun organisasi yang tangguh dan berkelanjutan.

Buku “Lawar Leadership” ditulis oleh Made Arya Amitaba bersama KS Arsana dan Ketut Susila Dharma. Buku ini mengangkat filosofi lawar—kuliner tradisional khas Bali—sebagai metafora kepemimpinan modern.

Sebagaimana lawar diracik dari beragam unsur yang berbeda namun menyatu dalam harmoni rasa, seorang pemimpin dinilai harus mampu meramu keberagaman manusia, karakter, kompetensi, serta visi menjadi kekuatan kolektif yang utuh.

Melalui pendekatan tersebut, buku ini menawarkan perspektif bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni, memuliakan manusia, dan menghadirkan makna di tengah perubahan.

Sejumlah nilai luhur Bali menjadi fondasi utama dalam buku tersebut, di antaranya spirit “ngayah” sebagai bentuk pelayanan tulus, konsep “menyama braya” sebagai dasar persaudaraan, integritas dalam kepemimpinan, serta harmoni dalam keberagaman.

Amithaba menjelaskan, buku ini lahir dari pengalaman nyata transformasi budaya kerja yang dijalankannya, baik di dunia profesional maupun dalam pengabdian di desa adat.

“Pemimpin besar bukanlah mereka yang paling berkuasa, tetapi mereka yang paling mampu menghadirkan manfaat dan tulus mengabdi,” katanya.

Buku ini juga memperkenalkan filosofi “ngayahin pengayah”, yakni semangat melayani mereka yang telah melayani masyarakat. Konsep tersebut menjadi refleksi bahwa kepemimpinan sejati dibangun melalui keteladanan dan pengabdian, bukan sekadar jabatan.

Pesan utama buku ini menekankan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas mengarahkan organisasi, tetapi juga mampu “meracik” kehidupan bersama dengan rasa, nilai, dan kebijaksanaan.

Dorong Transformasi Menuju Community Bank

Selain peluncuran buku, BPR Kanti juga memperkenalkan transformasi budaya perusahaan menuju konsep “Community Bank”. Transformasi ini diarahkan agar lembaga keuangan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki keberpihakan nyata terhadap penguatan komunitas dan pembangunan sosial.

Buku “Lawar Leadership” sendiri terdiri dari 18 bab yang membahas kepemimpinan berbasis budaya Bali, transformasi organisasi, integritas, pelayanan, hingga penguatan komunitas.

Buku tersebut ditujukan bagi pemimpin desa adat, pengurus lembaga adat, akademisi, praktisi organisasi, pelaku usaha, hingga pemimpin komunitas yang percaya bahwa masa depan harus dibangun dari akar budaya yang kokoh.

Selain diterbitkan dalam bentuk cetak, buku ini juga akan hadir dalam format digital multibahasa bekerja sama dengan iBlooming. Langkah itu dilakukan untuk memperkenalkan kearifan lokal Bali kepada masyarakat dunia.

Melalui inisiatif tersebut, lawar tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan kuliner tradisional Bali, tetapi juga sebagai inspirasi kepemimpinan universal tentang harmoni, pelayanan, kebersamaan, dan transformasi. (yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *