BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong modernisasi sistem pengadaan barang dan jasa dengan menggelar sosialisasi katalog elektronik versi 6 (V6) serta Kartu Kredit Indonesia (KKI). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Selasa (21/4), dan diikuti oleh perangkat daerah terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan nasional di bidang pengadaan, di mana katalog elektronik V6 kini berperan sebagai pintu utama dalam mekanisme e-purchasing. Sistem terbaru ini mengintegrasikan katalog dari LKPP dengan marketplace dalam satu platform terpadu.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan untuk mempermudah sekaligus memperluas akses pengadaan bagi setiap perangkat daerah.
“Seluruh proses pengadaan kini terpusat pada katalog versi 6 yang telah mengakomodasi katalog LKPP maupun marketplace, sehingga perangkat daerah memiliki alternatif dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan marketplace diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengadaan, terutama dalam menjawab keterbatasan produk maupun kendala teknis yang selama ini dihadapi.
Tak hanya soal sistem, sosialisasi ini juga membahas optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai metode pembayaran non-tunai. Dengan integrasi ke sistem keuangan daerah, penggunaan KKI dinilai mampu mempercepat transaksi sekaligus meningkatkan akuntabilitas karena seluruh proses tercatat secara digital.
Kepala Bidang Perbendaharaan, Akuntansi, dan Pelaporan, Luh Sri Mendriadi, mengungkapkan capaian positif Buleleng dalam implementasi KKI di tingkat provinsi.
“Berdasarkan hasil evaluasi, Buleleng mencatat realisasi penggunaan KKI yang tinggi dan berjalan lancar. Sejak 2023, Buleleng juga telah ditetapkan sebagai pilot project penerapan KKI di Bali,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh perangkat daerah diharapkan semakin siap beradaptasi dengan sistem baru serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan katalog elektronik V6 dan KKI guna menciptakan proses pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. *ndr















