BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament II Sedot 1.230 Peserta, Perkuat Lovfest 2026 di KEN

Suasana semarak Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament II di Pantai Tasik Madu, Lovina, Sabtu (25/7). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament II kembali menjadi magnet dalam rangkaian Lovina Festival (Lovfest) 2026. Digelar di Pantai Tasik Madu, Spice Beach, Desa Kaliasem, Sabtu (25/7/2026), perlombaan perahu layar mini ini berhasil menarik 1.230 peserta yang datang tidak hanya dari Buleleng, tetapi juga berbagai daerah di Bali hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa Lovina Festival yang tahun ini resmi masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 semakin dikenal di tingkat nasional. Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah Rp35 juta dan piala bergilir Bupati Buleleng itu juga menjadi salah satu atraksi unggulan dalam promosi wisata bahari Bali Utara.

Pembukaan turnamen dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, yang mewakili Bupati Buleleng. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan ajang tersebut, mulai dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, panitia, sponsor, hingga komunitas bahari.

“Saya sangat bangga mendengar bahwa turnamen tahun ini diikuti sebanyak 1.230 peserta. Luar biasa. Dan ini tidak hanya dari Kabupaten Buleleng, tetapi juga diikuti oleh saudara-saudara kita dari luar Buleleng. Ini menunjukkan bahwa ajang ini memiliki daya tarik yang sangat besar dan mampu menjadi wadah silaturahmi serta prestasi bahari di Bali,” ujar Reika.

Menurutnya, perlombaan perahu layar mini bukan sekadar hiburan, tetapi juga merepresentasikan identitas masyarakat pesisir Buleleng yang memiliki ikatan kuat dengan budaya maritim.

“Kegiatan lomba perahu layar mini ini mungkin terlihat sederhana, hanya perahu kecil yang berlayar di atas air. Namun sesungguhnya kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar. Di dalamnya ada kreativitas, ada ketekunan, ada sportivitas, dan yang paling penting ada identitas kita sebagai masyarakat pesisir Buleleng yang tidak bisa dilepaskan dari laut dan tradisi maritim,” ungkapnya.

Ia berharap turnamen tersebut terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor pariwisata Buleleng. Reika juga mengajak masyarakat Kaliasem dan kawasan Lovina untuk menjaga kebersihan serta kelestarian pantai sebagai aset wisata daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament II yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 merupakan bagian dari rangkaian Lovina Festival 2026. Kejuaraan ini digelar untuk menghidupkan kembali semangat kebaharian masyarakat Bali Utara sekaligus melestarikan tradisi perahu layar mini yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, peserta tahun ini berasal dari berbagai wilayah pesisir, mulai dari Buleleng, Gilimanuk hingga Banyuwangi. Untuk meningkatkan semangat kompetisi, panitia menyediakan hadiah total Rp35 juta serta piala bergilir Bupati Buleleng.

Di sisi lain, salah seorang peserta, Mujaini dari Desa Temukus, mengaku membawa 56 armada perahu layar mini. Ia mengatakan persiapan dilakukan sejak tiga bulan sebelum perlombaan karena setiap perahu membutuhkan proses pembuatan yang cukup panjang.

“Proses pembuatan satu unit perahu layar mini membutuhkan waktu minimal lima hari dengan memanfaatkan beragam jenis kayu seperti waru dan sengon. Uniknya, bagian layar perahu dibentuk menggunakan plastik layangan. Bahan ini dipilih secara khusus karena memiliki tingkat kelenturan yang pas untuk menangkap angin tanpa mudah robek layaknya plastik tempe, atau terlalu kaku seperti plastik kresek,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain kualitas perahu, faktor cuaca menjadi penentu utama dalam perlombaan. Perubahan arah angin maupun kondisi angin yang tiba-tiba melemah menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta. Meski demikian, mereka tetap optimistis dapat bersaing dan menampilkan performa terbaik di lintasan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *