BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Ditolak Gunakan Ambulans untuk Jenazah, Keluarga Emosi hingga Pukul Mobil Puskesmas

whatsapp image 2026 01 06 at 18.17.42
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto bersama Muspika Kecamatan Gerokgak menggelar rapat kordinasi terkait tudingan penolakan penggunaan mobil ambulans milik Puskesmas Gerokgak II untuk angkut jenazah. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Jagat media sosial sempat diramaikan unggahan bernada kecaman terkait penolakan penggunaan mobil ambulans milik Puskesmas Gerokgak II untuk mengangkut jenazah. Konten tersebut menuai reaksi luas karena dinilai bertolak belakang dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng yang tengah mendorong layanan ambulans gratis bagi masyarakat, khususnya untuk pengantaran jenazah dari rumah sakit ke rumah duka.

Dalam unggahan akun Facebook E Koran Delta, muncul narasi provokatif yang mempertanyakan sikap fasilitas kesehatan. Salah satu kalimat yang disorot berbunyi, “Tega banget, nyawa udah hilang masak dipaksa jalan kaki?” Unggahan itu juga menuding jenazah terlantar di rumah sakit, sementara ambulans disebut hanya menjadi “pajangan”.

Tudingan tersebut bahkan menyebut petugas kesehatan bertindak tidak berperikemanusiaan. “Bener-bener biadab! Tangis histeris keluarga pecah di sebuah RS di Pejarakan, Buleleng, pas jenazah anggota keluarganya ditolak dianter pulang,” tulis akun tersebut, dengan alasan ambulans disebut bukan mobil khusus jenazah.

Pemerintah Kabupaten Buleleng langsung membantah tudingan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi untuk mengungkap kronologi sebenarnya dan menemukan adanya miskomunikasi terkait pemanfaatan ambulans Puskesmas Gerokgak II.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu (3/1/2026) saat seorang pasien datang ke Puskesmas Gerokgak II dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan penanganan sesuai prosedur, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

“Awalnya ada pasien datang dengan kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan penanganan sesuai SOP pasien dinyatakan meninggal oleh tim medis di Puskesmas,” jelas dr. Sucipto, Selasa (6/1/2026).

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga meminta agar jenazah diantar pulang menggunakan ambulans puskesmas. Namun petugas menjelaskan bahwa sesuai SOP, ambulans tersebut tidak diperuntukkan untuk mengangkut jenazah.

“Pada saat itu team jaga akan memfasilitasi ambulans jenazah dari Puskesmas Gerokgak I. Namun belum sempat menjelaskan detail, keluarga terlanjur histeris keluar dan mengamuk sampai sempat memukul mobil ambulanse milik Puskesmas Gerokgak II dan ambulans TNI yang kebetulan berada di tempat itu,” imbuhnya.

Dalam kondisi emosi, keluarga akhirnya membawa jenazah menggunakan kendaraan pribadi. Pada saat itulah salah satu anggota keluarga menyebarkan konten yang kemudian viral di media sosial.

“Inti persoalannya tidak dijinkannya mobil ambulans digunakan untuk mengangkut jenazah pulang ke rumah duka,” ujar dr. Sucipto.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Buleleng bersama Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, serta Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa menggelar rapat koordinasi.

“Semua pihak termasuk Kapolsek Gerokgak berkomitmen menjaga keamanan pegawai kesehatan di Kecamatan Gerokgak serta akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait SOP pelayanan dan rujukan, dan juga pemanfaatan mobil ambulans,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *