BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

DKPP Buleleng Salurkan 300 Paket Pangan B2SA untuk Tekan Risiko Stunting di 19 Kelurahan

whatsapp image 2025 10 16 at 11.47.15
Ny. Hermawati Supriatna bersama Kadis DKPP I Gede Putra Aryana menyerahkan simbolis paket pangan B2SA bagi keluarga berisiko stunting di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Kamis (16/10). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng menggelar Gerakan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan membagikan 300 paket bahan percontohan pangan bagi keluarga berisiko stunting di 19 kelurahan. Kegiatan berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Kamis (16/10).

Mewakili Bupati Buleleng, Kepala DKPP Buleleng I Gede Putra Aryana menjelaskan bahwa gerakan pangan B2SA tahun ini mengusung tema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem pangan yang berkeadilan, bergizi, dan berkelanjutan.
“Gerakan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat untuk memperingati Hari Pangan Sedunia secara serentak. Hari ini kami menyalurkan 300 paket pangan B2SA kepada keluarga berisiko stunting di 19 kelurahan. Harapannya, seluruh desa di Buleleng dapat ikut serta dalam program ini,” ujar Aryana.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan terus dilanjutkan setiap tahun sebagai bagian dari upaya mencegah stunting sejak dini. Menurutnya, pemberian bahan pangan bergizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan merupakan langkah penting untuk melahirkan generasi sehat dan cerdas.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi generasi penerus yang mengalami stunting, agar lahir generasi Indonesia Emas di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DKPP Buleleng Ariston Adhi Pamungkas menyampaikan bahwa penerima bantuan merupakan keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi bahan pangan, tetapi juga bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi berbasis potensi pangan lokal.
“Kami berharap TP PKK dan para Kader Pangan Desa terus menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat agar membiasakan pola konsumsi yang sehat dan bergizi,” ungkap Ariston. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *