BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Geger Penemuan Bayi Tak Utuh di Sangsit, Pelaku Diduga Masih Pelajar

whatsapp image 2026 05 10 at 18.34.01
Orok bayi akibat hubungan gelap ditemukan tidak utuh di di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan, Sabtu (9/5/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kasus penemuan jasad bayi perempuan di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, akhirnya terungkap. Polisi mengamankan sepasang remaja yang masih berstatus pelajar SMA terkait dugaan pembuangan bayi tersebut.

Kedua remaja berinisial LPMPU dan KAP diduga membuang bayi perempuan hasil hubungan mereka pada Jumat (8/5/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA.

Kasus ini mencuat setelah seorang anak bernama Putu Mahendra Putra menemukan jasad bayi saat bermain layang-layang di tanah lapang sebelah selatan Pura Sura Lepang, Desa Sangsit, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.

Kepala Seksi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan awalnya saksi melihat seekor anjing mengendus sesuatu di lokasi tersebut. Setelah didekati, ternyata ditemukan jasad bayi berjenis kelamin perempuan.

“Setelah didekati dan diperiksa, ternyata ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin perempuan,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke aparat desa serta pihak kepolisian. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga jasad bayi sempat berpindah sekitar enam meter dari lokasi awal penemuan. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh.

“Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh, yaitu tidak memiliki kaki kiri. Bagian leher juga tidak utuh, diduga akibat gigitan atau dimakan oleh anjing. Selain itu, jenazah sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap,” jelas Iptu Yohana.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga dilahirkan LPMPU di kamar mandi rumahnya pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WITA. Saat itu, KAP merasa curiga karena pacarnya terlalu lama berada di kamar mandi.

Ketika pintu dibuka, bayi disebut sudah berada di lantai kamar mandi dalam kondisi tidak bergerak dan tidak menangis. Ari-ari bayi kemudian dipotong menggunakan gunting.

Karena panik, bayi tersebut kemudian dibawa dan ditinggalkan di lokasi penemuan. Sekitar 30 menit kemudian, KAP disebut kembali ke lokasi dan menguburkan bayi secara sederhana menggunakan tangan, lalu menutupnya dengan batako dan ranting kayu.

Saat ini kedua remaja tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng.

“Pelaku sudah diamankan. Untuk penanganan kasus dilanjutkan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng. Karena pelaku di bawah umur, masih dalam pengawasan orang tua,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *