BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Gerokgak Dilirik KSP, Buleleng Siap Ambil Peran Strategis Pasok Bawang Merah

whatsapp image 2026 04 07 at 21.03.17
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari bersama Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya dan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat saat meninjau langsung potensi pengembangan pertanian bawang merah di wilayah Gerokgak. Selasa (7/4). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Potensi pertanian bawang merah di Kabupaten Buleleng kian mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dari kunjungan staf Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, yang turun langsung meninjau lahan pertanian di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Selasa (7/4/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, bersama Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. Mereka meninjau langsung lahan bawang merah seluas sekitar 1,5 hektare yang menjadi salah satu titik pengembangan komoditas tersebut.

Melandrat mengungkapkan, secara keseluruhan luas tanam bawang merah di Buleleng saat ini telah mencapai hampir 6,5 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Ia menilai, kawasan Gerokgak memiliki keunggulan tersendiri dibanding daerah lain.

“Kecamatan Gerokgak, khususnya di Sumberkima, memiliki potensi yang sangat besar. Selain ketersediaan lahan yang luas, kondisi lingkungan di sini masih relatif aman dari gangguan hama dan penyakit yang biasanya menghambat produksi,” ujar Melandrat.

Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan bawang merah di lahan berpasir wilayah Gerokgak telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dan menunjukkan tren hasil yang cukup menjanjikan. Kondisi ini berbeda dengan beberapa wilayah lain seperti Desa Bungkulun dan Kubutambahan yang saat ini mengalami stagnasi akibat serangan hama dan penyakit yang cukup masif.

Menurutnya, kunjungan dari KSP ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan bagian dari langkah strategis dalam memetakan kesiapan daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kunjungan tadi sangat berkaitan dengan kesiapan kita dalam menyuplai bahan pangan untuk program MBG di Gerokgak. Kami ingin memastikan bahwa Buleleng siap menjadi penyokong kebutuhan pangan tersebut,” ucapnya.

Di sisi lain, Qodari memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para petani. Ia menggali berbagai informasi mulai dari biaya produksi, sistem tata niaga, hingga tantangan pascapanen seperti ketersediaan bibit dan fluktuasi harga.

Ia menilai, keberadaan lahan bawang merah di Sumberkima memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar area produksi. Potensi yang ada dinilai mampu menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu sentra utama bawang merah di Bali.

“Kami melihat potensi besar di sini. Ini bisa menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pangan, khususnya di Bali,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *