BULELENG (terasbalinews.com) – Menjelang Idul Adha, permintaan sapi kurban di Kabupaten Buleleng melonjak tajam. Kondisi ini membuat pedagang dan peternak kewalahan, terutama karena keterbatasan kuota pengiriman ke luar daerah.
Meski Pemerintah Provinsi Bali telah menaikkan kuota pengiriman menjadi 50.000 ekor pada 2026 dari sebelumnya sekitar 40.000 ekor, pelaku usaha menilai jumlah tersebut masih belum mencukupi.
Salah satu pedagang sapi asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Made Taro, menyebut permintaan datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Banten, Solo, Yogyakarta, Bogor hingga Banjarmasin.
“Kami berharap akan ada penambahan kuota pengiriman sapi mengingat permintaan masih tinggi. Dan dalam momen ini hanya beberapa hari ada lonjakan permintaan dan kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia mengungkapkan, hingga kini lebih dari 500 ekor sapi telah dikirim dan permintaan terus berdatangan. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dengan volume yang terus meningkat.
Menurutnya, sapi dengan bobot rata-rata sekitar 400 kilogram menjadi yang paling diminati pasar. Hal ini menjadi peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ada momentum yang sangat baik untuk peternak memenuhi permintaan pasar. Nah, kesempatan saat ini momentumnya, paling tidak ada penguatan produk lokal dan yang terpenting memutar ekonomi rakyat,” jelasnya.
Lonjakan permintaan ini juga turut menjaga stabilitas harga sapi Bali serta membuka lapangan kerja di sektor peternakan dan distribusi. Namun, pelaku usaha berharap adanya kelonggaran perizinan dan penambahan kuota agar momentum Idul Adha bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan kami di sisa waktu menjelang Hari Raya Idul Adha ini ada kelonggaran pemberian kuota sehingga peternak dapat memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan maksimal,” tandasnya. *ndr















