BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Kemarau dan Angin Kencang, Damkar Buleleng Minta Warga Tak Sepelekan Api

Petugas Damkar Buleleng melakukan penanganan kebakaran lahan di suatu wilayah Buleleng, Jumat (12/9/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Musim kemarau yang membuat lingkungan lebih kering, ditambah potensi angin kencang, meningkatkan risiko kebakaran di Kabupaten Buleleng. Kondisi rumput, semak, dan sampah yang mudah terbakar dapat membuat api cepat membesar dan menyebar.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng I Gede Arya Suardana, AP, MM, mengatakan pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kondisi kemarau membuat sumber api sekecil apa pun berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak dikendalikan.

Hal tersebut disampaikan Arya saat mengisi Dialog Interaktif Geliat Buleleng, Selasa (15/9).

“Memasuki musim kemarau, kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan menganggap sepele sumber api sekecil apa pun karena kondisi kering membuat api lebih mudah menyala dan apabila disertai angin kencang, penyebarannya bisa berlangsung sangat cepat,” ujarnya.

Arya menekankan bahwa upaya mencegah kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam. Masyarakat memiliki peran penting, terutama dengan menghindari pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.

Setiap aktivitas yang menggunakan api juga harus dipastikan benar-benar aman. Bara yang masih tersisa dapat menjadi pemicu kebakaran, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang kering.

“Pencegahan adalah langkah yang paling penting. Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, harus dipastikan benar-benar aman dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas Arya.

Selain persoalan kebakaran, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan ketika angin kencang terjadi. Pohon tua atau pohon yang memiliki potensi tumbang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan keselamatan maupun menimbulkan kerusakan.

Jangan Tunggu Api Membesar

Arya juga meminta warga segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api atau kebakaran. Menurutnya, kecepatan laporan sangat berpengaruh terhadap penanganan di lapangan.

Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat mengerahkan personel dan armada menuju lokasi.

“Jangan menunggu api semakin besar. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula personel dan armada dapat kami kerahkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana tetap dijaga. Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya untuk menghadapi kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan petugas.

“Prinsip kami adalah ketika ada laporan, petugas harus siap bergerak dan memberikan penanganan secepat mungkin,” katanya.

Arya turut mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melakukan penanganan ketika kebakaran sudah membahayakan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Masyarakat diminta tetap tenang, menjauh dari lokasi apabila situasi tidak aman, dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, segera menjauh dari lokasi apabila kondisi membahayakan, dan segera menghubungi petugas. Jangan mengambil tindakan yang berisiko terhadap keselamatan diri sendiri,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *