BULELENG (terasbalinews.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mulai mematangkan strategi menghadapi Porprov Bali 2027 dengan meningkatkan kualitas sumber daya pelatih. Salah satunya melalui Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional yang digelar bekerja sama dengan LP2O Lankor, Kamis (16/4/2026).
Program ini menjadi langkah lanjutan setelah pelatihan level 1, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pelatih dalam menyusun program latihan berstandar tinggi untuk atlet elite. Pelatihan berlangsung selama enam hari hingga 21 April 2026, menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ria Lumintuarso dan Prof. Dr. Devi Tirtawirya.
Wakil Ketua II KONI Buleleng, I Ketut Iwan Swadesi, menyebutkan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian atlet yang sebelumnya sudah mampu menembus babak final, namun belum maksimal dalam perolehan medali emas.
“Di Porprov sebelumnya, banyak atlet kita berhasil masuk final, namun belum maksimal meraih medali emas. Melalui pelatihan ini, kami dorong pelatih meningkatkan kualitas program latihan agar perak bisa dikonversi menjadi emas di 2027,” ujarnya.
Sebanyak 60 pelatih dari 48 cabang olahraga terlibat dalam pelatihan ini. Mereka merupakan pelatih yang telah lulus level 1 serta memiliki pengalaman menangani atlet berprestasi, termasuk peraih medali di Porprov Bali 2022.
Ketua Indonesian Conditioning Coaches Association (ICCA), Prof. Dr. Devi Tirtawirya, menjelaskan bahwa materi level 2 menitikberatkan pada penyusunan program latihan secara terstruktur, mulai dari fase umum hingga kompetisi.
“Fokus utama level dua ini adalah pemrograman latihan. Pelatih harus paham kapan memberikan latihan, bagaimana dosisnya, serta bagaimana mengatur recovery atlet,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan fase pemulihan (recovery), terutama saat memasuki tahap tapering yang seringkali menjadi titik lemah performa atlet.
“Akibatnya atlet memang bisa masuk final. Saat puncak pertandingan performanya menurun karena recovery tidak maksimal. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.
Selain itu, pelatih juga didorong untuk rutin melakukan evaluasi fisik atlet secara mandiri agar program latihan dapat disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan atlet.
Dengan peningkatan kapasitas pelatih, KONI Buleleng optimistis mampu mendongkrak prestasi atlet secara signifikan, terlebih dengan status Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027.
“Kami ingin tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi. Harapannya, raihan medali emas Buleleng bisa meningkat signifikan di Porprov 2027,” pungkas Iwan. *ndr















