BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Korban Banjir Baktiseraga Ditemukan Tertimbun Puing Rumah Tim SAR Sempat Sisir Sungai Hingga Pesisir Pantai

Petugas Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban banjir yang tertimbun reruntuhan rumah di Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Jumat (12/6/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Operasi pencarian terhadap korban banjir yang melanda Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, akhirnya membuahkan hasil. Seorang pemuda bernama Ricardo Razaq Alghivieri (20) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah reruntuhan rumah yang roboh akibat terjangan banjir, Jumat (12/6/2026) sore.

Sebelumnya, korban sempat diduga terseret arus banjir yang melanda kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur wilayah Buleleng sejak siang hari. Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung bergerak melakukan pencarian dengan membagi personel ke sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir jalur sungai hingga kawasan pesisir.

“Kita membagi tim dalam tindak awal pencarian atau penyisiran di daerah lokasi kejadian ini,” ujar Donny di lokasi kejadian.

Tim Search and Rescue Unit (SRU) yang bertugas di aliran sungai bahkan melakukan penyisiran hingga ke kawasan Pantai Pengambengan. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena korban tidak ditemukan di sepanjang jalur pencarian.

Titik terang baru muncul sekitar pukul 16.15 Wita ketika tim menerima informasi bahwa korban kemungkinan berada di sekitar rumah yang roboh akibat banjir. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lokasi reruntuhan bangunan.

“Kita dapatkan informasi bahwa target ditemukan di bawah reruntuhan rumah, selanjutnya kami laksanakan evakuasi secara manual,” ungkap Donny.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Petugas harus bekerja secara hati-hati karena kondisi bangunan yang sudah ambruk masih dalam keadaan labil dan berpotensi mengalami pergeseran material sewaktu-waktu.

Setelah hampir satu jam melakukan upaya evakuasi, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari timbunan puing bangunan pada pukul 17.12 Wita. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi menuju RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan adanya korban hilang akibat banjir di Desa Baktiseraga sekitar pukul 13.55 Wita. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, Polairud Polres Buleleng, Polsek Kota Singaraja, Samapta Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, Damkar Buleleng, PMI Buleleng, Balawista Buleleng, Bhuana Bali Rescue, perangkat Desa Baktiseraga, unsur pemerintah daerah, relawan, masyarakat setempat, hingga keluarga korban.

Sinergi seluruh unsur yang terlibat akhirnya berhasil menemukan korban, meski dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga sekaligus pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi saat cuaca ekstrem melanda wilayah Buleleng. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *