BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

KSOP Celukan Bawang Pastikan Pemasangan Pipa Bawah Laut PLTGU Pemaron Belum Kantongi Izin

whatsapp image 2025 09 18 at 16.37.50
Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan KSOP kelas IV Celukan Bawang,Taufikur Rahman. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Proyek pemasangan pipa bawah laut milik PT PLN Indonesia Power (PLN IP) di Pantai Lovina, Desa Pemaron, Buleleng, ternyata belum sepenuhnya mengantongi izin resmi. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, menegaskan bahwa izin yang dikeluarkan pihaknya sejauh ini hanya sebatas untuk pembangunan Mooring Buoy dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).

“Sebenarnya ada tiga pekerjaan di pantai Pemaron, yaitu pembangunan Mooring Buoy, SBNP, dan penggantian pipa eksisting. Nah, untuk pipa bawah laut kita masih menunggu hasil kajian dari tim independen,” jelas Taufikur Rahman, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, KSOP masih menanti laporan teknis dari surveyor independen, yakni tim dari ITS Surabaya. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah pipa akan diletakkan di dasar laut atau ditanam dalam pasir. “Kita juga terus melakukan pengawasan di lapangan dengan menempatkan satu staf untuk memantau perkembangan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Officer SDM dan Umum PT PLN Indonesia Power Unit Gilimanuk-Pemaron, Gede Ananta Wijaya, membenarkan adanya pengerjaan rehabilitasi infrastruktur kelautan, termasuk Mooring Buoy, SBNP, serta pipa bawah laut yang akan menyalurkan solar ke tangki penyimpanan di PLTGU Pemaron.

“Mooring Buoy ini dipasang pertama kali tahun 2003-2004. Karena usia dan korosi air laut, fasilitas diremajakan agar tetap andal dan mengurangi risiko insiden,” ujarnya.

Ananta juga menegaskan, khusus untuk pipa bawah laut, pekerjaan masih tertunda lantaran perizinan belum tuntas. “Kajian dari tim independen sedang berjalan. Hasilnya akan menentukan metode pemasangan yang paling aman dan efektif,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *