BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Lepas Ratusan Tukik di Pantai Lembeng, Tutik Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Laut

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Tutik Kusuma Wardhani dalam rangkaian "Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Partai Demokrat" memperingati HUT Perak ke-25 Partai Demokrat. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

GIANYAR (terasbalinews.com). Ratusan tukik atau bayi penyu jenis lekang dilepas ke laut dari Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (7/8/2026). Pelepasan satwa dilindungi tersebut menjadi bagian dari aksi sosial Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Tutik Kusuma Wardhani dalam rangkaian “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Partai Demokrat” memperingati HUT Perak ke-25 Partai Demokrat.

Dengan langkah-langkah kecil menuju laut, tukik-tukik tersebut dilepas ke habitat alaminya. Bagi Tutik, momen itu bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi juga pesan penting tentang perlunya menjaga lingkungan pesisir agar tetap menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis biota laut.

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong penghijauan, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pelestarian ekosistem di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Tutik, pelepasan tukik memiliki makna penting karena keberlangsungan kehidupan penyu sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir. Pantai yang bersih dan ekosistem laut yang terjaga akan memberikan peluang lebih besar bagi berbagai biota untuk bertahan dan berkembang biak.

Dalam konteks Bali, pelepasan tukik juga memiliki dimensi filosofis. Kegiatan tersebut dapat dimaknai selaras dengan konsep  “Tri Hita Karana”, yakni menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam, sesama manusia, dan Sang Pencipta.

Penyu sendiri memiliki kedudukan khusus dalam tradisi dan budaya Bali. Satwa tersebut kerap dikaitkan dengan “Bedawang Nala”, sosok kura-kura raksasa dalam mitologi Bali yang dipercaya menyangga bumi. Karena itu, upaya menjaga keberadaan penyu tidak hanya berkaitan dengan konservasi, tetapi juga bersinggungan dengan nilai budaya masyarakat Bali.

Tutik mengatakan pelepasan tukik diharapkan dapat meningkatkan peluang hidup penyu di alam bebas sekaligus membantu menjaga populasi satwa yang keberadaannya menghadapi berbagai ancaman.

“Hari ini kita melepas ratusan tukik ke alam bebas. Semoga semua tukik ini bisa hidup besar dan bermanfaat bagi kita semua. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Tutik.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para kader Partai Demokrat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian ekosistem laut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.

Tutik berharap tukik-tukik yang dilepas mampu bertahan hidup, tumbuh dewasa, dan kembali ke laut untuk berkembang biak. Keberhasilan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga rantai kehidupan dan keseimbangan ekosistem laut.

Penyu diketahui merupakan salah satu reptil purba yang telah menghuni bumi selama lebih dari 100 juta tahun. Satwa ini juga memiliki peran ekologis penting, antara lain membantu menjaga kesehatan padang lamun dan terumbu karang, mengendalikan populasi ubur-ubur, serta berkontribusi terhadap kesuburan pasir pantai.

Keberadaan penyu juga berkaitan dengan keberlanjutan stok perikanan dan pengembangan ekowisata berbasis edukasi. Karena itu, pelestarian penyu dinilai tidak hanya bermanfaat bagi keberlangsungan satwa tersebut, tetapi juga bagi manusia dan lingkungan secara lebih luas.

Selain pelepasan tukik, rangkaian kegiatan di Pantai Lembeng juga diisi berbagai perlombaan yang melibatkan kader dan masyarakat. Di antaranya lomba tarik tambang, balap karung, dan lomba baca pidato.

Tutik mengapresiasi kreativitas DPC Partai Demokrat Kabupaten Gianyar dalam mengemas peringatan HUT Perak ke-25 melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa kader Demokrat harus terus hadir dan dekat dengan masyarakat.

Di penghujung kegiatan, Tutik menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT partai, tetapi berlanjut dalam aksi nyata menjaga lingkungan dan membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *