BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Lewat “SINGAde Barong”, Buleleng Angkat Perspektif Bali Utara tentang Barong Ket

Penampilan Duta Kabupaten Buleleng, Sanggar Seni Wahana Santhi Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, saat membawakan garapan "SINGAde Barong" dalam Lomba Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan kekayaan seni dan budayanya pada ajang Lomba Barong Ket dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Melalui garapan bertajuk “SINGAde Barong”, Duta Kabupaten Buleleng yang diwakili Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, menghadirkan interpretasi khas Bali Utara terhadap keberadaan dan makna Barong Ket.

Pementasan yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (24/6/2026), tidak hanya mengedepankan kualitas artistik pertunjukan, tetapi juga menawarkan refleksi budaya mengenai identitas masyarakat Bali Utara dalam memaknai tradisi Barong.

Konseptor garapan, I Ketut Pany Ryandhi, menjelaskan judul “SINGAde Barong” dipilih karena mengandung permainan makna. Di satu sisi dapat dimaknai sebagai “Singa de Barong” yang merujuk pada sosok singa sebagai representasi visual Barong Ket. Di sisi lain, dapat dimaknai sebagai “Sing Ade Barong”, yang dalam bahasa Bali berarti “tidak ada barong”.

Menurutnya, makna tersebut bukan menunjukkan bahwa Bali Utara tidak memiliki tradisi Barong, melainkan menggambarkan bahwa perkembangan Barong di wilayah Buleleng tidak seintens daerah lain di Bali yang memiliki tradisi Barong lebih kuat.

Berangkat dari situ, kami ingin menghadirkan perspektif orang Buleleng terhadap Barong Ket. Melalui kesempatan ini kami mencoba membawa cara pandang masyarakat Bali Utara dalam memaknai barong, baik dari sisi estetika maupun spirit yang terkandung di dalamnya,” jelas Pany Ryandhi.

Konsep tersebut diwujudkan melalui perpaduan pertunjukan Barong Ket dengan karakter musik khas Bali Utara. Tim kreatif mengolah semangat musik kebyar yang menjadi identitas seni Buleleng sebagai kekuatan utama garapan, sehingga menghadirkan energi, dinamika, dan eksplorasi musikal tanpa meninggalkan pakem tradisi Barong Ket.

Selain mengangkat identitas budaya Bali Utara, garapan ini juga membawa pesan kesetaraan dalam dunia seni. Hal itu terlihat dari keterlibatan penabuh perempuan yang ikut mengambil peran dalam proses kreatif maupun saat pementasan berlangsung.

Sanggar Seni Wahana Santhi meyakini bahwa kualitas karya seni tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan, dedikasi, serta komitmen setiap seniman dalam berkarya.

Dari sisi penyajian, struktur pertunjukan tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia PKB. Garapan diawali dengan gending papeson sebagai ruang bagi penari tedung menampilkan kemampuan artistiknya sebelum memasuki bagian-bagian berikutnya sesuai hirarki musikal lomba.

“Di bagian awal terdapat gending papeson yang menjadi ruang bagi penari tedung untuk menampilkan kebolehannya, kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagian lain sesuai hirarki yang sudah ditentukan. Secara musikal, kami mengadopsi struktur yang telah ditetapkan dalam kriteria lomba,” pungkasnya.

Melalui “SINGAde Barong”, Buleleng tidak sekadar menghadirkan sebuah karya kompetisi, tetapi juga menyampaikan refleksi tentang identitas budaya Bali Utara. Permainan makna pada judul menjadi simbol keberanian menafsirkan tradisi dengan pendekatan baru, sekaligus menegaskan bahwa Buleleng memiliki cara khas dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *