BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis penataan Kawasan Wisata Lovina akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Bali Utara. Revitalisasi yang telah rampung itu diyakini mampu meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.
Optimisme tersebut muncul setelah Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, meninjau langsung kawasan Lovina pada malam hari. Dalam kunjungan itu, ia menerima berbagai tanggapan positif dari wisatawan mancanegara yang mengaku menikmati suasana baru kawasan pantai yang kini lebih tertata, nyaman, dan bersih. Bahkan, sejumlah wisatawan memilih memperpanjang masa liburan mereka selama lima hingga tujuh hari karena merasa betah berada di Lovina.
“Ini menjadi pertanda bahwa penataan yang kita lakukan mendapat respons positif. Wisatawan merasa lebih nyaman dan ingin tinggal lebih lama. Tentu ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” ujar Bupati Sutjidra saat mengikuti persembahyangan melaspas di Kawasan Wisata Lovina, Kamis (23/7).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kawasan wisata tidak hanya bergantung pada hasil fisik yang terlihat, tetapi juga ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan potensi yang telah tersedia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), desa adat, hingga warga sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, serta keramahan di kawasan wisata tersebut.
“Kalau kunjungan wisatawan meningkat, maka peluang ekonomi juga terbuka semakin luas. Inilah kesempatan masyarakat Lovina untuk tumbuh bersama pariwisata. Mari kita jaga kawasan ini dan manfaatkan peluang usaha yang ada agar kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.
Seiring rampungnya penataan kawasan, Kabupaten Buleleng juga bersiap menggelar Lovina Festival yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juli 2026. Menjelang pelaksanaan festival, pemerintah mengawali rangkaian kegiatan dengan upacara pecaruan sebagai bentuk penyucian secara niskala agar seluruh agenda dapat berjalan dengan aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa pelaksanaan pecaruan merupakan bagian dari tradisi Bali yang memiliki makna penting setelah selesainya proses pembangunan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, ritual tersebut juga menjadi doa agar penataan kawasan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan sektor pariwisata dan peningkatan perekonomian masyarakat.
“Besok kita melaksanakan Lovina Festival. Karena itu hari ini kita melaksanakan pecaruan sebagai persiapan secara sekala dan niskala agar seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, serta memberikan hasil yang baik bagi Buleleng,” ujar Bupati.
Melalui sinergi antara penataan kawasan dan penyelenggaraan Lovina Festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap Lovina semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di Bali Utara. Tidak hanya menawarkan panorama alam dan kekayaan budaya, kawasan ini juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan sehingga mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang. *ndr














