BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Piala Dunia FIFA 2026 Putar Ekonomi Indonesia Lebih dari Rp5 Triliun

Suasana nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

JAKARTA (terasbalinews.com). Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya menjadi pesta olahraga bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan rangkaian kegiatan selama turnamen mampu menciptakan perputaran ekonomi langsung maupun tidak langsung mencapai lebih dari Rp5,03 triliun.

Berdasarkan kajian KADIN Indonesia, nilai ekonomi tersebut berasal dari berbagai aktivitas yang berlangsung sejak masa persiapan hingga penyelenggaraan turnamen. Dampaknya dirasakan di berbagai sektor, mulai dari penyiaran, periklanan, sponsorship, promosi produk, penjualan perangkat elektronik dan merchandise, hingga sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), kegiatan nonton bareng (nobar), serta penjualan produk UMKM dalam berbagai agenda, termasuk Festival Rakyat 2026.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan ajang olahraga berskala global seperti Piala Dunia mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026).

Menurut Kukrit, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa manfaat ekonomi dari sebuah ajang internasional akan semakin besar jika didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

KADIN merinci, nilai ekonomi sebesar Rp5,03 triliun berasal dari sekitar Rp1,76 triliun aktivitas promosi dan iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor HOREKA, serta kontribusi ekonomi dari berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Festival Rakyat 2026.

Selain dampak ekonomi langsung, KADIN juga melihat adanya efek pengganda (multiplier effect) yang berpotensi terus berlanjut. Selama penyelenggaraan Piala Dunia, pelaku usaha meningkatkan investasi untuk pembelian televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, penambahan kapasitas tempat duduk, hingga fasilitas makanan dan minuman guna memenuhi tingginya antusiasme masyarakat.

Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

Besarnya dampak ekonomi juga didorong tingginya partisipasi masyarakat selama turnamen berlangsung. Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 menunjukkan bahwa 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nobar setidaknya satu kali.

Rata-rata pengeluaran masyarakat mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kali nobar atau sekitar Rp145 ribu selama turnamen. Sebagian besar dana tersebut dibelanjakan untuk makanan, minuman, paket data, dan kebutuhan pendukung lainnya sehingga memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menilai tingginya kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia oleh TVRI menjadi indikator positif.

Menurutnya, survei menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai daerah. Strategi TVRI menghadirkan siaran gratis dengan akses yang mudah dan jeda iklan yang terbatas dinilai mampu memenuhi harapan masyarakat untuk memperoleh tayangan olahraga berkualitas.

Survei yang sama juga mencatat  79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI, sementara 73 persen mengaku bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Faktor utama yang diapresiasi masyarakat adalah siaran yang dapat dinikmati secara gratis, minim iklan, dan mudah diakses.

Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas siaran pertandingan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari. (foto/ist)

Menurutnya, kepercayaan FIFA kepada TVRI sebagai penyiar resmi merupakan amanah untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati pertandingan tanpa biaya.

Fiki menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas, serta berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan on-air maupun off-air selama turnamen berlangsung.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting yang memungkinkan masyarakat menikmati pertandingan secara luas sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi berbagai pelaku usaha.

Piala Dunia FIFA 2026 pun menjadi bukti bahwa ajang olahraga internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi nasional. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, penyiaran publik, komunitas, dan UMKM, manfaat ekonomi dari turnamen dapat dirasakan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. (red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *