BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Respons Sekda Dewa Indra soal Tingginya Angka Bunuh Diri di Bali

img 20240701 114338
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Foto/nan)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, menanggapi data yang dirilis oleh Pusiknas Polri terkait tingginya angka bunuh diri di Bali.

Dewa Indra menegaskan, Pemprov Bali telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan ahli kesehatan jiwa untuk melakukan kajian dan pemetaan penyebab bunuh diri.

“Pemprov Bali sudah melakukan kajian apa sih faktor penyebab bunuh diri bekerja sama dengan ahli kesehatan jiwa sudah pernah dilakukan dan maping. Oleh karena itu, dilakukan tindakan yang bisa membantu,” kata Indra di Kantor DPRD Bali, Denpasar, Senin (1/7/2024).

Dewa Indra menilai, aksi bunuh diri kerap dikaitkan dengan kepribadian seseorang khususnya mereka yang berkepribadian tertutup alias introvert.

“Secara umum kita mengenal kepribadian introvert dan ekstrovert. Ini sering kali dilakukan orang-orang yang introvert, tertutup orangnya tidak mau berkomunikasi,” tutur birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng tersebut.

“Maka dari itu, institusi pertama yang harus melakukan edukasi adalah keluarga. Komunikasi keluarga paling penting karena bunuh diri tidak melapor ke mana-mana,” jelasnya.

Dewa Indra pun mendoromg peran pintang berbagai pihak, seperti keluarga, psikolog, psikiater, dan pemimpin agama.

“Pemimpin agama dalam berbagai kesempatan perlu memberikan pencerahan kepada umat bahwa bunuh diri bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah, pasti ada jalan lain,” tambah Dewa Indra.

Lebih jauh, Dewa Indra menyebut Pemprov Bali berencana membuka konsultasi gratis bagi masyarakat.

“Boleh kalau memang itu diperlukan, kenapa tidak? Masalahnya sasarannya itu seringkali tidak kita ketahui di mana, itu kan tiba-tiba terjadi di sini dan di situ.

“Tapi sesuatu yang baik pasti kita perhatikanlah. Kita juga memiliki Rumah Sakit Jiwa di Provinsi Bali yang sering melakukan konseling,” tutup Dewa Indra.

Berdasarkan data terbaru dari Pusiknas Polri, Provinsi Bali menempati posisi tertinggi dengan angka bunuh diri tertinggi sepanjang tahun 2023 dengan persentase 3,07 persen, disuaul Yogyakarta (1,58 persen), Bengkulu (1,53 persen), Sulawesi Utara (0,90 persen) dan Jawa Tengah (1,21 persen). (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *