BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

HUT ke-68 Bali, Sutjidra Dorong Generasi Muda Jaga Budaya di Tengah Perubahan Zaman

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membacakan sambutan Gubernur Bali dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (14/8/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Memasuki usia ke-68 tahun, Provinsi Bali dihadapkan pada tantangan untuk terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitasnya. Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang digelar di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (14/8/2026).

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membacakan sambutan Gubernur Bali dalam upacara tersebut. Momentum hari jadi yang diperingati setiap 14 Agustus itu tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia Provinsi Bali, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus menyiapkan langkah menghadapi masa depan.

Provinsi Bali sendiri ditetapkan sebagai daerah otonom dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 14 Agustus 1958. Tahun ini, perjalanan tersebut telah mencapai 68 tahun.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Sutjidra, masyarakat diajak menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum refleksi atas perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi kehidupan masyarakat Bali.

“Peringatan Hari Jadi ke-68 ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi atas perjalanan pembangunan Bali serta bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi kehidupan masyarakat Bali hingga saat ini,” ucapnya.

Menurutnya, Bali saat ini menghadapi perubahan yang semakin cepat, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, perubahan sosial hingga pengaruh global. Kondisi tersebut menuntut Bali untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing.

Namun, kemajuan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat, tradisi, seni dan budaya. Kekayaan budaya Bali dinilai bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan modal penting untuk membangun daerah yang kreatif, mandiri dan berdaya saing.

Salah satu wujud komitmen tersebut terlihat dari penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLVIII dengan tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”. Tema itu menjadi pengingat bahwa pembangunan kebudayaan pada akhirnya diarahkan untuk memuliakan manusia sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Bali juga didorong tidak hanya mempertahankan kebudayaan secara konvensional. Nilai-nilai budaya harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Melalui berbagai kegiatan seni dan budaya, Bali terus memperkuat identitasnya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat nasional maupun dunia,” jelasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-68 juga menjadi momentum memperkuat implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan Bali diarahkan tetap menjaga keseimbangan antara alam, manusia dan kebudayaan di tengah berbagai tantangan pembangunan serta perubahan global.

Dalam konteks tersebut, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis. Kreativitas, inovasi, pendidikan dan penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap adat serta budaya Bali.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima warisan budaya, tetapi juga mampu mengembangkan dan memperkenalkannya dalam bentuk yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pemerintah juga mengajak seluruh komponen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun Bali. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, seniman, budayawan hingga berbagai elemen lainnya memiliki peran masing-masing untuk memastikan pembangunan tetap berkelanjutan dan tidak kehilangan pijakan nilai budaya.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-68 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan gotong royong seluruh krama Bali. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, seniman dan budayawan, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berpijak pada nilai-nilai budaya Bali,” tutupnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *