BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Revitalisasi Titik Nol Singaraja Dimulai, Sejumlah Gedung Lama Resmi Dibongkar

whatsapp image 2026 02 19 at 18.02.52
Pembangunan titik nol dimulai sejumlah bangunan di sekitar Tugu Singa Ambara Raja, Gedung Wanita Laksmi Graha, Sekretariat DWP, Sekretariat TP PKK, serta Kantor Satpol PP Pemkab Buleleng mulai dibongkar. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Tahapan awal penataan kawasan titik nol Kota Singaraja mulai berjalan. Sejumlah bangunan di sekitar Tugu Singa Ambara Raja, termasuk Gedung Wanita Laksmi Graha, sekretariat organisasi wanita daerah, serta Kantor Satpol PP Buleleng, kini memasuki proses pembongkaran.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan proyek penataan kawasan strategis kota.

“Sekarang masih tahap persiapan, proses pembongkaran sudah mulai dilakukan untuk Gedung Laksmi Graha dan perkantoran termasuk Satpol PP dan juga pembongkaran pagar Rumah Jabatan Bupati Buleleng, nanti tanggal 20 Februari acara ngeruak dan peletakan batu pertama atau ground breaking,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan, penataan titik nol dilakukan bersamaan dengan pembangunan kembali Gedung Laksmi Graha. Proyek pembangunan gedung baru tersebut memiliki pagu anggaran Rp15 miliar dan dikerjakan oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai penawaran Rp13,9 miliar.

“Pengerjaannya berbarengan Gedung Laksmi dengan titik nol kota Singaraja ini. Dalam beberapa hari ini pembongkaran dan pemerataan areal pembangunan dulu,” jelasnya.

Penataan kawasan ini merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas titik nol sebagai kawasan heritage. Area di depan Kantor Bupati Buleleng hingga sekitar patung Singa Ambara Raja akan ditata agar nuansa sejarah tetap terjaga sekaligus menjadi ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat.

Selain itu, penataan juga akan mencakup kawasan dari patung Singa hingga Jalan Krisna, Jalan Catus Pata, dan depan Makam Curastana. Seluruh utilitas seperti kabel listrik, jaringan telekomunikasi, dan pipa PDAM direncanakan dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan tata kota yang lebih rapi dan estetis. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *