BULELENG (terasbalinews.com) – Tahapan awal penataan kawasan titik nol Kota Singaraja mulai berjalan. Sejumlah bangunan di sekitar Tugu Singa Ambara Raja, termasuk Gedung Wanita Laksmi Graha, sekretariat organisasi wanita daerah, serta Kantor Satpol PP Buleleng, kini memasuki proses pembongkaran.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan proyek penataan kawasan strategis kota.
“Sekarang masih tahap persiapan, proses pembongkaran sudah mulai dilakukan untuk Gedung Laksmi Graha dan perkantoran termasuk Satpol PP dan juga pembongkaran pagar Rumah Jabatan Bupati Buleleng, nanti tanggal 20 Februari acara ngeruak dan peletakan batu pertama atau ground breaking,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, penataan titik nol dilakukan bersamaan dengan pembangunan kembali Gedung Laksmi Graha. Proyek pembangunan gedung baru tersebut memiliki pagu anggaran Rp15 miliar dan dikerjakan oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai penawaran Rp13,9 miliar.
“Pengerjaannya berbarengan Gedung Laksmi dengan titik nol kota Singaraja ini. Dalam beberapa hari ini pembongkaran dan pemerataan areal pembangunan dulu,” jelasnya.
Penataan kawasan ini merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas titik nol sebagai kawasan heritage. Area di depan Kantor Bupati Buleleng hingga sekitar patung Singa Ambara Raja akan ditata agar nuansa sejarah tetap terjaga sekaligus menjadi ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat.
Selain itu, penataan juga akan mencakup kawasan dari patung Singa hingga Jalan Krisna, Jalan Catus Pata, dan depan Makam Curastana. Seluruh utilitas seperti kabel listrik, jaringan telekomunikasi, dan pipa PDAM direncanakan dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan tata kota yang lebih rapi dan estetis. *ndr














