BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Aku Lapor Pajak

Wali Kota Jaya Negara Nyuaraang Kulkul Dalam Prosesi Upacara Melaspas Alit Bale Kulkul dan Bale Gede Pura Khayangan Penataran Sumerta

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat "nyuaraang kulkul" serangkaian melaspas Alit Bale Kulkul dan Bale Gede Pura Khayangan Penataran (foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, nyuaraang kulkul dalam prosesi Upacara Melaspas Alit Bale Kulkul dan Bale Gede di Pura Khayangan Penataran, Desa Adat Sumerta, Kamis (20/4/2023).

Upacara ini dilaksanakan lantaran telah rampungnya renovasi bangunan Bale Kulkul dan Bale Gede di Pura Khayangan Penataran Desa Adat Sumerta.

Wali Kota Jaya Negara mengatakan, upacara melaspas untuk membersihkan dan menyucikan benda ataupun bangunan baru secara niskala sebelum digunakan dan dipakai untuk kegiatan adat, agar berjalan lancar sebagaimana mestinya. Selain itu, upacara ini sebagai landasan masyarakat dalam meningkatkan sradha bakthi kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Pelaksanaan upacara ini, bagi masyarakat, untuk menggali dan meningkatkan nilai spiritual. Semoga upacara ini dapat memberi energi positif yang menetralisir hal-hal negatif untuk mencapai keseimbangan alam beserta isinya,” ungkap Jaya Negara

Pengemong Pura Jro Mangku, I Made Brata, mengatakan, Bale Kulkul dan Bale Gede telah usai di renovasi. Untuk membersihan dan penyucian bangunan maka dilaksanakan upacara melaspas.

“Karena pembangunan akan berkelanjutan untuk bangunan yang berikutnya, maka dalam acara ini dilaksanakan upacara melaspas alit yang dipuput oleh Jro Mangku Gede Khayangan,” ucap Jro Mangku Made Brata

Sebelum upacara melaspas, yang dilakukan terlebih dahulu adalah mecaru. Hal ini memiliki tujuan untuk nedunang Bhutakala atau mengundang sang Bhuta Kala untuk disajikan labaan (sesajen).

Lebih lanjut ia mengatakan, renovasi Bale Kulkul dan Bale Gede ini bersumber dari dana punia dari masyarakat dari 15 banjar dan luar desa artinya yang mesetra di sini. Jumlah dana pembangunan Bale Gede sebesar Rp 320 juta dan Bale Kukul Rp 80 juta.

Dengan berlangsungnya upaca ini ia berharap semua masyarakat diberikan keselamatan, kesehatan dan kerahayuan. (rls/pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *