BULELENG (terasbalinews.com). Hingga menjelang tutup tahun 2024, ada empat pajak daerah yang yang belum memenuhi target namun angkanya masih dinamis hingga akhir Desember. Pajak daerah tersebut yakni Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik terealisasi baru 86% dari target Rp62.000.000.000,-, Pajak Daerah Reklame 79,70% yakni Rp3.500.000.000,-, dan PPB P2 86,95% yakni Rp 24.000.000.000,-. Menariknya, Pajak Daerah Mineral Bukan Logam dan Batuan capaiannya paling rendah yakni sebesar 13,44%. Dengan demikian total realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Buleleng Triwulan IV hingga 17 Desember 2024 baru mencapai 99,54%.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Buleleng Made Pasda Gunawan mengatakan, khusus realisasi pendapatan pajak daerah di sektor pajak Mieneral Bukan Logam dan Batuan capainnya sangat rendah. Target yang dipasang sebesar Rp 500 Juta namun menjelang tutup tahun 2024 baru teralisasi sebesar Rp 67,157 juta lebih. Penyebabnya menurut Pasda, adanya case di Galian C Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt dengan dihentikan pemungutan pajaknya akibat ijinnya banyak belum diperbaharui.
“Kita hentikan pungutan pajak sejak bulan Juni 2024 itu setelah kita cek ijinnya ternyata belum diperbaharui. Sesuai dengan koordinasi dengan pihak aparat penegah hukum (APH) maka dikeluarkan dulu terkait nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD) nya sambil menunggu ijinnya keluar baru kita pungut kembali. Apalagi sebelumnya Perda RTRW terkait lokasi Galian C belum terbit, saat ini sudah keluar tinggal menunggu ijinnya saja,” terang Pasda didamping Kabid Penagihan dan Evaluasi I Gusti Putu Sudiana, Selasa (17/12/2024).
Selain pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, tiga pajak daerah lainnya yang belum memenuhi target yakni Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik baru tercapai sebesar Rp 53.376.342.450,-. Pajak Reklame target terpasang sebesar Rp3.500.000.000,-, baru tercapai Rp 2.789.592.566,- dan Pajak PPB P2 target yang dipasang sebesar Rp 24.000.000.000,- hingga pertengahan bulan Desember tercapai Rp20.867.523.178,-.
“Sisa waktu dua minggu ini kita kejar sehingga sampai tutup tahun mudah-mudahan semua target tercapai maksimal,” ujarnya.
Berdasar data Realisasi Penerimaan Pajak Daerah, Pemkab Buleleng memasang target pajak daerah di tahun 2024 sebesar Rp. 244.589.116.850,-,dengan sasaran pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, mineral bukan logam dan batuan, PBB-P2 dan BPHTB. Dan baru terealisasi mencapai Rp. 243.467.152.174,- atau dengan rasio pencapaian 99,54%.
Selain empat pajak daerah yang belum memenuhi target, enam objek pajak lainnya terpenuhi bahkan diatas angka 100%. Terbesar yakni PBJT Hotel dengan target sebesar Rp53.000.000.000,- dapat direalisasikan sebasar Rp58.029.580.216,- dengan prosentase sebesar 109,49%. Begitu juga Pajak Daerah PBJT-Restoran ditarget sebesar Rp39,500,000,000,- namun capaiannya telah melampui target yakni Rp42,450,455,178,- atau sebesar 107.47%.
“Untuk Pajak Daerah PBJT-Restoran kelebihan target sebesar Rp2,950,455,178,-. Sedang PBJT-Jasa Kesenian dan Hiburan targetnya sebesar Rp4,500,000,000,- dan terpenuhi sebesar Rp 4,734,968,354,- atau mencapai 105.22%. Begitu juga PBJT Jasa Parkir kita memasang target sebesar Rp75,000,000,- dan capaiannya sebesar Rp81,056,660,- kenaikannya 108%,” jelas Pasda.
Sedang untuk Pajak Daerah Air Tanah target terpasang sebesar Rp 1,600,000,000,- dan targetnya sudah mencapai Rp1,661,516,576,- ,sudah terlampaui sebanyak Rp61,516,576,- atau 103.84%. Begitu juga dengan Pajak Daerah BPHTB dengan rencana target sebanyak Rp55,914,116,850,- namun yang sudah terealisasi hingga saat ini sebesar Rp59,408,941,494,- kenaikannya sebesar Rp3,494,824,644,- atau sebanyak 106.25%.
“Untuk Pajak Daerah PBJ Tenaga Listrik yang targetnya meleset, sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan PLN. Tujuannya untuk memperoleh data jumlah konsumen listrik di Buleleng. Data tersebut sebetulnya akan digunakan untuk menetapkan rencana target a besaran target pajak daerah berikutnya.Kalau tidak ada data valid tentu akan berpengaruh dengan capaian target ,” tandasnya. Khan




