BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menyalurkan bantuan beras melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada puluhan ribu warganya. Sebanyak 799 ton lebih beras diberikan kepada 39.984 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi bantuan bulan Juni dan Juli 2025. Penyaluran dilakukan serentak sepanjang bulan Juli ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan dampak inflasi.
Setiap penerima mendapat 20 kilogram beras, masing-masing 10 kilogram untuk setiap bulan. Data penerima bantuan ini didasarkan pada Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial RI. Namun, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci penting agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kepala Dinas Sosial dan perbekel agar betul-betul melaksanakan verifikasi data masyarakat sehingga program benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya tidak ingin ada masyarakat yang benar membutuhkan tercecer dan tidak mendapatkan program dari pemerintah,” ujar Bupati Sutjidra.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas beras yang akan disalurkan, karena telah melalui proses uji tanak dan dipastikan layak konsumsi.
“Saya tenang karena beras yang akan disalurkan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Jumlahnya besar, jadi mohon terus diawasi agar tidak ada yang tercecer,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada bantuan jangka pendek, Bupati Sutjidra menekankan pentingnya pembangunan sistem pangan yang mandiri di daerah. Ia membeberkan sejumlah strategi seperti kerja sama lintas sektor dengan Kodim 1609/Buleleng dan Polres Buleleng, serta penguatan produksi pertanian lokal melalui program “Padi Jegeg Buleleng” dan produk inovatif “Beras Jagung Buleleng”.
Sutjidra juga mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi dengan mencoba nasi jagung, sebagai alternatif pangan yang sehat dan bergizi.
“Saya sendiri setiap hari mengkonsumsi nasi jagung dengan komposisi 70 persen beras, 30 persen jagung. Jangan ragu makan nasi jagung. Jagung yang kita kembangkan sekarang pulen, enak,” ungkapnya.
Langkah strategis lainnya, menurut Sutjidra, adalah pemetaan wilayah ladang pangan di Buleleng untuk dimaksimalkan potensi produksinya. Dengan kolaborasi antarsektor, ia berharap Buleleng bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Ndra








