BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Ribuan ASN Baru Dilantik di Buleleng, Bupati Sutjidra: “Layanilah, Jangan Minta Dilayani”

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama jajaran pimpinan daerah dan ASN baru, berfoto bersama usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 3.692 ASN formasi tahun 2024 yang terdiri dari CPNS dan PPPK di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Jumat (20/6/2025). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Lapangan Ngurah Rai Singaraja menjadi saksi sejarah bagi 3.692 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (20/6/2025). Rinciannya, 123 di antaranya merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sementara 3.569 lainnya adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremoni semata, tetapi sebuah langkah awal dalam pengabdian nyata kepada bangsa dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran ASN sebagai solusi atas persoalan publik, bukan justru menjadi beban.

“Saya harapkan saudara-saudari dapat menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Jadilah ASN yang melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Bupati yang berasal dari Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan itu juga mengingatkan agar seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, bekerja dengan integritas, loyalitas, dan profesionalisme tinggi. Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kritis, inovasi dan pelayanan prima menjadi tuntutan yang tak bisa diabaikan.

“Saat ini eranya kolaborasi. Tidak bisa bekerja sendiri. Lakukan komunikasi yang jelas dalam melayani masyarakat dan juga berkoordinasi antar aparatur,” tambah Sutjidra.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi Daerah Pengadaan ASN 2024, memaparkan bahwa dari 4.269 formasi yang tersedia di Kabupaten Buleleng (terdiri dari 145 CPNS dan 4.124 PPPK), sebanyak 3.692 formasi berhasil terisi. Tercatat 22 formasi CPNS gagal terisi karena berbagai alasan, seperti minimnya pelamar, tidak lolos seleksi administrasi, hingga pengunduran diri.

Untuk formasi PPPK, delapan orang gagal diangkat karena lima di antaranya meninggal dunia, satu terkena sanksi indispliner, dan dua lainnya mengundurkan diri. Dari jumlah tersebut, hanya satu formasi yang mendapat pengganti, sementara tujuh lainnya akan diisi pada rekrutmen tahap berikutnya.

“Untuk pengganti hanya diberikan untuk satu orang yang mengundurkan diri, sementara tujuh formasi lainnya akan diisi pada PPPK Tahap II,” ungkap Suyasa.

Menariknya, seluruh proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan penerbitan Surat Keputusan (SK) dilakukan secara elektronik melalui Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN). Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap era digital serta upaya efisiensi dalam sistem birokrasi.

Dengan pelantikan ini, diharapkan para ASN baru mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang disiplin, responsif, dan berdedikasi tinggi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Buleleng. Ndra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *