BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pancasari, Tersangka Peragakan 43 Adegan

rekonstruksi
Ke tiga tersangka pembunuh Pande tengah memperagakan adegan dalam proses rekonstruksi yang digelar di Polres Buleleng, Kamis (27/2/2025). (foto/khan).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com). Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buleleng, menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan dengan korban I Pande Gede Putra (53) warga kelahiran Gianyar, Bali, Kamis (27/2/2025). Proses rekonstruksi itu dilakukan di dua tempat yakni Polres Buleleng dan di lokasi temuan mayat dikawasan hutan lindung Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng

Tiga orang wanita yang diduga menjadi pelaku pembunuhan ikut dihadirkan. Mereka yakni Ida Ayu Suryani Mantra alias Oki (38), Intan Oktavia Puspitarini alias Intan (38) dan I Gusti Ayu Leni Yuliastri alias Leni (57).

Proses rekonstruksi dihadiri selain penasehat hukum para tersangka, terlihat tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dokter forensik RSUD Buleleng ikut hadir dalam rekonstruksi itu.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, dalam proses rekonstruksi tersebut ada sejumlah adegan penting yang diperagakan baik sebelum kejadian, sesaat setelah kejadian maupun setelah  kejadian.

“Ada sebanyak 43 adegan. Mulai dari pertemuan antara korban dengan tersangka, hingga pembuangan mayat di Desa Pancasari,” ujar AKBP Widwan Sutadi.

Menurut Kapolres Widwan Sutadi, lokasi rekonstruksi di Polres Buleleng merupakan tempat pengganti  lokasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh para tersangka. Dan itu menurut AKBP Widwan Sutadi, merupakan lokasi alternatif setelah dikomunikasikan dengan para tersangka.

“Banyak ada kejadian penting dterjadi sejumlah TKP di Denpasar namun kita gelar di Polres Buleleng. Untuk lokasi pembuangan mayat tetap kita lakukan (rekonstruksi) di lokasi sebenarnya Desa Pancasari,” ucapnya.

Ada tiga TKP penting di Denpasar, diantaranya hotel tempat korban dan para tersangka bertemu, kamar kos tempat korban disekap dan disiksa hingga tewas dan lokasi rental mobil para tersangka. Menurutnya, rekonstruksi dilakukan untuk penyempurnaan proses penyidikan yang telah dilakukan.

“Ini juga Untuk mengungkap kronologis  kebenaran dari peristiwa yang terjadi termasuk mencari faktor penyebab terjadinya dengan detail yang menjadi penyebab korban meninggal,” tambahnya.

Sejumlah alat bukti yang relevan yang digunakan untuk melakukan aksi tindak pidana para tersangka ikut dihadirkan. Hal itu, untuk membuat terang peristiwa sekaligus mengungkap kebenaran dari peristiwa tersebut.

“Tentunya ini penyempurnaan untuk mendukung pembuktian sekaligus menyamakan persepsi antara penyidik dan jaksa penuntut umum. Ini juga untuk memastikan rasa keadilan akan tercapai,” kata Widwan Sutadi.

Beritakan sebelumnya, ditemukan mayat seorang pria di hutan lindung di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Mayat bertato tanpa identitas tersebut ditemukan ditebing dengan luka lebam di tubuhnya dengan celana jeans dan kaos biru Senin (03/02/2025) sekitar pukul 14.00 wita. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan identitas mayat kemudian dapat diungkap oleh polisi. Khan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *