BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

OJK Gandeng Tiga Universitas di Bali, Tingkatkan Literasi Keuangan Lewat KKN

ojk gandeng tiga universitas di bali, tingkatkan literasi keuangan lewat kkn
Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, saat memberikan pembekalan. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BADUNG (terasbalinews.com). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali kembali menggandeng kalangan perguruan tinggi dalam upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, Sabtu (14/6/2025).

Melalui program Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK), OJK berkolaborasi dengan Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan Universitas Warmadewa untuk menjangkau puluhan desa di delapan kabupaten di Bali.

Tahun ini, lebih dari 700 mahasiswa dilibatkan sebagai duta literasi keuangan yang akan bertugas di 50 desa di Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli, Jembrana, Karangasem, dan Buleleng.

Program KKN LIK pertama kali diluncurkan pada 2023 bersama Universitas Udayana, lalu dilanjutkan tahun berikutnya dengan Undiksha. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi OJK Bali untuk mengakselerasi pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini cenderung tertinggal dalam hal literasi keuangan.

Dalam acara pembekalan umum KKN yang dihadiri oleh 3.362 mahasiswa Universitas Udayana, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara OJK dan kalangan akademisi.

“Mahasiswa KKN ini tidak hanya berperan sebagai agen literasi keuangan, tetapi juga sebagai agent of change dan future leaders yang membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Irhamsah menjelaskan bahwa para mahasiswa akan memberikan edukasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengenalan tugas OJK, bahaya investasi dan pinjaman ilegal, kejahatan keuangan digital, hingga pendampingan UMKM. Mereka juga akan membangun pojok literasi di desa-desa sasaran.

Gubernur Bali, Wayan Koster, turut hadir dan memberi arahan kepada peserta KKN. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu desa-desa menggali dan mencatat kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari rumah layak huni, akses air bersih, pendidikan hingga perbaikan infrastruktur.

“Kami berharap Universitas Udayana dapat terus berkontribusi dalam menyukseskan program kerja Pemerintah Provinsi Bali melalui kegiatan nyata di lapangan,” kata Gubernur Koster.

Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tapi juga bagi masyarakat dan universitas.

“Mahasiswa belajar langsung di tengah masyarakat, dan masyarakat pun mendapatkan edukasi yang sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari,” jelas Sudarsana.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga didukung oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal).

Sinergi ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan literasi keuangan antara perkotaan dan pedesaan di Bali, serta mendorong peningkatan inklusi keuangan yang akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *