BULELENG (terasbalinews.com) – Matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat Pantai Lovina disambut ribuan pasang mata yang terpaku. Di hadapan mereka, 612 penari dengan gemulai mempersembahkan Tari Panyembrama massal, membuka Lovina Festival (Lovest) 2025 dengan nuansa sakral dan memukau.
Dibalut busana adat Bali yang anggun, para penari dari berbagai kalangan — pelajar SMA, aparatur sipil negara dari OPD lingkup Pemkab Buleleng, LPK, hingga komunitas desa penyangga Lovina — tampil penuh semangat dalam harmoni gerak dan jiwa.
Tari Panyembrama sendiri merupakan simbol penyambutan dalam tradisi Bali. Setiap gerakan dan taburan bunga yang menghiasi udara menggambarkan keramahan, ketulusan, serta penghormatan kepada alam dan para tamu.
“Gerakannya melambangkan ketulusan dan keindahan dalam menyambut tamu. Menaburkan bunga berarti menebarkan keramahtamahan dan kedamaian. Itulah semangat yang ingin kami bawa melalui Lovina Festival ini,” ujar Ida Ayu Ketut Widia Utami, Koordinator Tari Panyembrama.
Mengorkestrasi ratusan penari sekaligus bukan perkara mudah. Namun Widia menyebut antusiasme luar biasa dari seluruh peserta menjadi energi besar yang membuat penampilan ini sukses.
Festival yang akan berlangsung dari 24 hingga 27 Juli 2025 ini resmi dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, mewakili Wakil Menteri Pariwisata RI. Ia hadir bersama Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, jajaran Forkopimda, dan pimpinan OPD.
Lovina Festival 2025 menjadi wujud kolaborasi antara pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan semangat gotong royong masyarakat Buleleng. Berbagai atraksi budaya, seni pertunjukan, kuliner lokal, dan hiburan akan meramaikan festival yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan mancanegara ini. Ndra















