BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Kebangkitan Pelabuhan Tua Buleleng Dimulai dari Restorasi Klenteng Bersejarah

peresmian
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wira Sanjaya memotong pita sebagai tanda peresmian Klenteng Ling Gwan Kiong yang telah rampung direstorasi, Jumat (8/8/2025). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pelabuhan Tua Buleleng bersiap membuka lembaran baru setelah peresmian kembali Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong pada Jumat, 8 Agustus 2025. Momen ini menjadi titik awal dari program revitalisasi kawasan bersejarah senilai Rp 25 miliar yang dijadwalkan mulai berjalan pada Februari 2026, menyusul rampungnya pemugaran klenteng yang telah berdiri lebih dari satu setengah abad.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra , mengungkapkan bahwa proyek penataan ini dianggarkan sebesar Rp25 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk pembangunan kembali dermaga, penataan di pinggir Sungai Buleleng, tamanisasi, dan restorasi bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya.

“Kita akan menata kembali Pelabuhan Buleleng ini, yang merupakan salah satu heritage di Kabupaten Buleleng, Nantinya akan menjadi salah satu daya tarik tujuan wisata di Kabupaten Buleleng, yaitu kawasan Pelabuhan Buleleng.” Ujar Sutjidra, Jumat (8/8).

Pelabuhan ini nantinya akan dihidupkan kembali sebagai “living museum” yang merangkum kisah masa VOC, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan masa kini. Kolaborasi antara pemugaran klenteng dan pembenahan pelabuhan terinspirasi dari semangat umat Tri Dharma yang berpegang pada prinsip “menata tanpa menghapus sejarah”. Upaya tersebut juga diperkuat dengan pemasangan CCTV dan peningkatan keamanan demi kenyamanan wisatawan.

Revitalisasi ini dirancang untuk mendukung kunjungan sekitar 12.000 wisatawan dari Taipei setiap tahunnya, melalui paket penerbangan charter yang akan dimulai pada Februari 2026. Klenteng dan Pelabuhan Tua menjadi daya tarik utama dalam paket wisata 3 hari 2 malam, yang juga mencakup atraksi lumba-lumba Lovina, jelajah Kota Tua Singaraja, dan kunjungan ke Puri Buleleng.

“Proses pemugaran berlangsung selama 18 bulan dengan total anggaran Rp 3,4 miliar, 88 persen di antaranya berasal dari sumbangan umat dan simpatisan. Klenteng ini dibangun pada tahun 1873, renovasi pertama pada 1972, dan tahun 2025 ini menjadi renovasi kedua,” ujar Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wira Sanjaya.

“Kami mengganti 90 persen struktur kecuali tembok lama. Atap, pilar soko guru, hingga ornamen memakai kayu merbau dari Papua demi menjaga filosofi penggunaan material alam,” jelasnya.

Selain itu, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk pelestarian, seperti pemindaian ulang lukisan dinding Samkok yang kemudian dicetak di keramik agar awet untuk generasi mendatang.

Transformasi ini menjadi simbol bahwa Buleleng mampu menggabungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi, sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat warisan bersejarah yang hidup. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *