BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Sutjidra Targetkan Kenaikan 10 Persen bagi Perumda Tirta Hita, Fokus Tekan Kebocoran dan Peremajaan Pipa Tua

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyerahkan surat keputusan penetapan kepada I Made Lestariana sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Jumat (14/8). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mendapat target baru dari Kuasa Pemilik Modal (KPM), I Nyoman Sutjidra. Jajaran direksi perusahaan daerah tersebut ditantang meningkatkan kinerja hingga 10 persen pada tahun mendatang, dengan tetap memperkuat pelayanan dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sutjidra menilai target tersebut masih realistis mengingat potensi yang dimiliki Perumda Tirta Hita Buleleng serta sejumlah capaian yang telah diraih perusahaan. Kinerja perusahaan juga dinilai cukup positif, ditandai dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut dan penghargaan Top CEO Manager.

“Saya tingkatkan targetnya 10 persen. Ini realistis melalui potensi-potensi yang ada dan jaringan yang kita miliki. Kita juga melihat laporan dari dewan pengawas serta kinerja yang sudah dilakukan, di mana mereka berhasil meraih berbagai penghargaan dan menjadi salah satu pengurus Perpamsi Pusat,” ujar I Nyoman Sutjidra.

Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian utama adalah menekan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Saat ini tingkat kebocoran air telah berhasil diturunkan dari 23 persen menjadi 21 persen.

Namun, capaian tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan. Sutjidra menargetkan tingkat kebocoran dapat ditekan hingga berada pada kisaran 15–17,5 persen.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Sutjidra juga mendorong perusahaan lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui skema Creative Financing maupun kerja sama Business to Business (B2B) dengan pihak ketiga.

Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap penambahan modal dari pemerintah daerah, sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur pelayanan air minum.

Selain penguatan perusahaan, Sutjidra juga meminta seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Buleleng mulai memanfaatkan produk air minum kemasan milik daerah, “Ye Buleleng”, khususnya dalam kemasan galon.

Tantangan peningkatan kinerja tersebut mendapat respons positif dari jajaran direksi Perumda Tirta Hita Buleleng. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, menyatakan target yang diberikan KPM akan diterjemahkan ke dalam rencana bisnis perusahaan periode 2025–2029.

Tidak hanya mengejar peningkatan kinerja operasional, pihaknya juga membidik kenaikan kontribusi perusahaan terhadap PAD Kabupaten Buleleng.

Jika kontribusi PAD tahun ini berada di angka sekitar Rp9 miliar, Lestariana menargetkan angka tersebut dapat meningkat secara bertahap hingga Rp12 miliar pada akhir masa penugasan direksi.

“Tantangan dari Pak Bupati akan kami tuangkan dalam rencana bisnis. Upaya kita adalah terus meningkatkan pendapatan, menekan kehilangan air, dan meningkatkan infrastruktur. Target dividen atau PAD kita harapkan bisa naik dari 9 miliar menjadi 12 miliar di akhir masa penugasan,” jelas I Made Lestariana.

Menurut Lestariana, salah satu tantangan terbesar dalam menekan kehilangan air berada pada kondisi jaringan perpipaan. Saat ini Perumda Tirta Hita Buleleng memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi dengan panjang mencapai sekitar 1 juta meter.

Dari total jaringan tersebut, sekitar 20–25 persen dinilai sudah membutuhkan peremajaan. Bahkan, terdapat sejumlah pipa lama yang disebut merupakan peninggalan zaman Belanda dan telah melewati usia teknis sekitar 20 tahun.

“Sekitar 20 hingga 25 persen pipa kita sudah saatnya diremajakan. Beberapa bahkan ada yang peninggalan zaman Belanda. Ini yang menjadi fokus kita secara bertahap untuk dilakukan penggantian agar kehilangan air bisa ditekan di bawah 20 persen, sesuai arahan KPM,” tambahnya.

Peremajaan jaringan pipa akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi kepada pelanggan.

Dengan target peningkatan kinerja, penguatan pendapatan, penurunan NRW, serta peremajaan infrastruktur, Perumda Tirta Hita Buleleng optimistis dapat memperbaiki kualitas pelayanan air minum sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap keuangan daerah. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *