BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Kresna Budi Kembali Pimpin Golkar Buleleng, Tekankan Kaderisasi dan Soroti Penanganan Banjir

whatsapp image 2025 09 12 at 21.03.31
Ida Gede Komang Kresna Budi menerima bendera Partai Golkar usai terpilih kembali sebagai Ketua DPD Golkar Buleleng periode 2025–2030 melalui Musda XI di Sekretariat DPD Golkar Buleleng, Jumat (12/9/2025). (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Ida Gede Komang Kresna Budi kembali dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng. Ia terpilih kembali secara aklamsi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Buleleng pada Jumat (12/9/2025) di Sekretariat DPD Golkar Buleleng.

Dalam proses Musda yang berlangsung cepat 9 Pengurus Kecamatan (PK) serta ormas sayap Partai Golkar secara aklamasi menyatakan dukungannya kepada Kresna Budi. Menariknya, usia terpilih Kresna Budi langsung mengumumkan susunan pengurus Golkar Buleleng Periode 2025-2030.

Daalam pernyataannya Kresan Budi mengatakan, berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan bahwa fokus utamanya adalah kaderisasi sebagai kunci masa depan partai.
“Harapan dari kader-kader kan juga supaya Partai Golkar itu menjadi lebih baik ke depannya. Penting kiranya menjaga kekompakan, kesolidan daripada pengurus-pengurus Partai Golkar, karena ke depan pastilah tantangan ke depannya menjadi lebih berat,” kata Kresna Budi.

Sementara itu, sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Kresna Budi juga menyoroti musibah banjir di Bali Selatan. Ia menekankan bahwa pembangunan harus sejalan dengan tata kelola lingkungan yang baik. Dan kemungkinan pihaknya akan mengadakan penertiban kembali.

“Selama ini kan sempadan sungai diambil menjadi hak milik, padahal itu adalah milik daerah aliran sungai.Penting kiranya ada perbaikan daripada alur sungai kita. Jalannya air itu jangan dibendung,” katanya.
Ia juga berharap BPN tidak lagi menerbitkan sertifikat di kawasan sempadan sungai serta meminta perhatian pemerintah pusat terkait pemotongan dana efisiensi daerah hingga 24 persen yang dinilai berpengaruh pada penanganan bencana.
“Mudah-mudahan Bali sebagai penghasil devisa juga mendapat tanggapan dari pusat,” pungkasnya. (ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *