BULELENG (terasbalinews.com) – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, pemasangan penjor menjadi tradisi khas yang menghiasi jalanan di Bali. Namun, di balik keindahannya, potensi bahaya juga perlu diwaspadai, terutama jika penjor terlalu dekat dengan jaringan listrik. Untuk itu, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat agar memastikan jarak aman saat memasang penjor guna mencegah gangguan listrik dan menjaga keselamatan.
“Sebaiknya warga memperhatikan jarak aman antara penjor dan jaringan listrik guna mencegah gangguan kelistrikan serta menjaga keselamatan bersama. Jarak ideal pemasangan penjor dari kabel listrik adalah minimal 2,5 meter dari sisi kanan, kiri, atas, maupun bawah,” jelas Manajer PT PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, Selasa (11/11/2025).
Ia menegaskan, jarak aman yang direkomendasikan adalah sekitar 3 meter, untuk menghindari risiko penjor menyentuh kabel akibat hembusan angin atau hujan. Penjor yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat menyebabkan gangguan sistem kelistrikan hingga pemadaman, bahkan memicu kebakaran dan merusak peralatan elektronik di rumah.
“Kembali saya ingatkan, penjor terpasang hendaknya jauh dari jaringan listrik. Jarak paling aman standarnya 2,5 meter,” tegasnya lagi.
Selain itu, Elashinta mengingatkan bahwa daun atau ranting pohon yang menyentuh kabel listrik juga bisa memicu padamnya aliran listrik dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. “Kami harus memerlukan waktu untuk memperbaiki jaringan. Konsekuensinya, layanan kelistrikan pasti akan terputus sementara,” ujarnya.
PLN berharap masyarakat turut berperan aktif memastikan penjor dan lingkungan sekitar aman dari jaringan listrik demi menjaga kelancaran pasokan listrik selama momen suci Galungan dan Kuningan. *ndr















