BULELENG (terasbalinews.com) – Riuh pemberitaan mengenai layanan ambulans yang sempat menyita perhatian publik pekan lalu direspon cepat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng. Guna meluruskan benang merah permasalahan dan mencegah kejadian buruk terulang, Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, SM, langsung memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Gabungan Komisi Gedung DPRD Buleleng, pada Kamis (8/1/2026).
Pertemuan strategis ini melibatkan berbagai elemen kunci pelayanan publik, mulai dari Komisi IV DPRD, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dinas Kesehatan, jajaran Kepala Puskesmas se-Buleleng, Forum Komunikasi Perbekel, hingga pihak BPJS Kesehatan.
Dalam forum tersebut, terungkap fakta bahwa insiden viral sebelumnya murni dipicu oleh miskomunikasi mengenai fungsi armada. Berdasarkan klarifikasi dari Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Gerokgak II, unit yang siaga di lokasi kejadian adalah ambulans khusus gawat darurat (emergency) untuk pasien, bukan untuk jenazah. Armada khusus jenazah sebenarnya tersentral di Puskesmas Gerokgak I dan saat itu sedang dikoordinasikan penjemputannya dengan estimasi waktu tiba sekitar 20 menit.

Menanggapi dinamika ini, Ketut Ngurah Arya menilai fasilitas ambulans di Buleleng sejatinya sudah memadai, namun pemahaman mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) di tengah masyarakat masih perlu diperkuat. Ia juga menekankan sisi kemanusiaan dalam melihat respon masyarakat yang sedang berduka.
“Kondisi tersebut tentu perlu kita pahami bersama. Namun ke depan, perbaikan harus terus dilakukan agar permasalahan serupa tidak terulang,” ujar Ketua DPRD menekankan pentingnya evaluasi.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, DPRD Buleleng menginstruksikan agar sosialisasi lintas sektor digencarkan. Tujuannya agar masyarakat memahami alur dan SOP penggunaan fasilitas kesehatan, sehingga potensi kesalahpahaman di saat-saat genting dapat diminimalisir. *ndr















