BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Sinergi Pemkab dan DPRD Buleleng: Siasati Jalan Rusak dan Optimalkan Pertanian di Gerokgak

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya dan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kondisi infrastruktur jalan lingkungan dan pengembangan sektor pertanian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama DPRD Buleleng saat meninjau sejumlah wilayah di Kecamatan Gerokgak.

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, bersama Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, turun langsung menyusuri empat desa, yakni Tinga-Tinga, Pengulon, Patas, dan Gerokgak. Kunjungan tersebut dikemas dalam aksi sosial Adhyaksa Adhyasakti Berbagi sekaligus untuk melihat langsung kondisi dan potensi wilayah.

Menggunakan sepeda motor, rombongan menyusuri jalan-jalan desa dan menemukan sejumlah ruas jalan lingkungan yang kondisinya berbeda dengan jalur utama kabupaten. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mencari skema penanganan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, mengatakan keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu persoalan yang berdampak terhadap kemampuan desa dalam menangani infrastruktur.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu disiasati melalui komunikasi dan sinergi antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa.

“Kita bisa melihat langsung mana jalan yang baik dan mana yang rusak. Masalah ini harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, karena masyarakat seringkali diam namun sangat berharap pemimpinnya hadir memberikan solusi,” ujar Ngurah Arya.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan skema dukungan melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIBK).

Program tersebut diharapkan dapat membantu desa yang menghadapi keterbatasan anggaran untuk membenahi infrastruktur lingkungan yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.

“Kami menyadari ada kendala anggaran di desa. Maka melalui PIBK, kami upayakan setiap desa mendapatkan alokasi antara 400 hingga 500 juta rupiah. Dana ini nantinya bisa digunakan oleh perbekel untuk memperbaiki jalan-jalan lingkungan yang menjadi prioritas,” jelas Sutjidra.

Tak hanya jalan, sektor pertanian juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Di sejumlah titik, rombongan melihat adanya lahan yang masih hijau dan produktif berdampingan dengan lahan yang mengalami kekeringan.

Ngurah Arya menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan pemerataan akses air masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian.

Sementara itu, Sutjidra melihat potensi sumber daya air di wilayah Gerokgak masih cukup besar untuk dikembangkan. Salah satunya melalui pemanfaatan Bendungan Gerokgak serta sumber air di kawasan atas Pengulon yang mengalir sepanjang tahun.

Menurutnya, ketersediaan air perlu didukung dengan pembangunan jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani.

“Petani kita di Gerokgak sudah mulai inovatif dengan menanam jambu kristal, pepaya, hingga durian. Agar ini berkelanjutan, kami akan fokus pada pembangunan saluran irigasi sekunder dan tersier. Air dari bendungan dan sumber air di atas harus bisa menjangkau lahan-lahan di bawah agar produktivitas meningkat,” kata Sutjidra.

Pengembangan jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas lahan sekaligus memperkuat potensi pertanian dan agrowisata di wilayah Gerokgak.

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menilai sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi wilayah, termasuk Gerokgak yang memiliki wilayah cukup luas dan beragam.

Menurutnya, pemimpin harus lebih aktif turun ke lapangan untuk mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat dan kemudian mencari solusi melalui kebijakan yang tepat.

“Masyarakat tidak perlu lagi menengadahkan tangan atau memanggil pemimpinnya. Kita yang harus merasa terpanggil untuk memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di Gerokgak dan Buleleng pada umumnya,” pungkas Ngurah Arya.

Melalui kolaborasi eksekutif dan legislatif, Pemkab dan DPRD Buleleng berkomitmen mendorong perbaikan infrastruktur sekaligus penguatan sektor pertanian di wilayah barat Buleleng. Berbagai kebutuhan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan dalam penyusunan program dan penganggaran tahun mendatang agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *