BULELENG (terasbalinews.com) – Lima warga negara Bangladesh harus mengalami pengalaman pahit setelah tergiur tawaran pekerjaan di Australia. Alih-alih diberangkatkan, mereka justru diduga menjadi korban penyekapan di sebuah vila di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Peristiwa ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan ke Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IX/Udayana di Pulaki, Desa Banyupoh.
Kelima korban diketahui bernama Abdul Hossain (24), Din (37), Abdul Rahman (29), Shamim Miah (33), dan Mohammad Sana Ullah (41).
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan para korban sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Australia oleh seorang pria berinisial N alias Rajib (25) yang juga berasal dari Bangladesh dan diduga bertindak sebagai agen penyalur.
“Para korban diminta datang terlebih dahulu ke Bali dengan alasan proses keberangkatan. Mereka tiba sejak Januari 2026 dengan harapan segera diberangkatkan ke tempat tujuan,” jelas Yohana, Minggu (22/2/2026).
Namun kenyataannya, setibanya di Bali pada Senin (16/2/2026), mereka justru dibawa ke sebuah vila di Pemuteran dan diduga disekap. Saat ditemukan, kondisi para korban memprihatinkan karena tangan terikat serta mulut dilakban.
“Korban diikat dan dilakban. Pelaku juga mengancam menggunakan pisau,” imbuh Yohana.
Pengelola vila disebut tidak mengetahui adanya aktivitas penyekapan tersebut. Kasus ini baru terungkap setelah salah satu korban berhasil kabur dan mencari bantuan ke Dodiklatpur yang lokasinya tidak jauh dari tempat penahanan.
Setelah menerima laporan, pihak TNI berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak hingga akhirnya seluruh korban berhasil diselamatkan.
Kanit III Sat Reskrim Polres Buleleng, Ipda I Ketut Yulio Saputra, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan, termasuk mendalami dugaan penipuan serta kemungkinan adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Mereka disekap selama sehari. Dan berada di Bali sejak Januari. Kasusnya masih kami dalami,” tandasnya. *ndr















