BULELENG (terasbalinews.com) – Aktivitas di Pelabuhan Celukan Bawang tetap berjalan padat di tengah periode arus balik Lebaran 1447 Hijriah. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) setempat harus menangani dua agenda sekaligus, yakni pelayanan penumpang arus balik dan kunjungan kapal pesiar internasional.
Pada Rabu (25/3), kapal pesiar MV Seven Seas Mariner bersandar dengan membawa 627 wisatawan mancanegara dan 456 awak kapal. Kunjungan ini menjadi bagian dari 19 agenda kapal pesiar yang dijadwalkan singgah sepanjang tahun 2026. Setelah dari Celukan Bawang, kapal tersebut melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Di sisi lain, arus balik penumpang juga terus bergulir melalui kapal perintis. KM Sabuk Nusantara 74 tercatat mengangkut 210 penumpang dari Sapeken pada 24 Maret 2026. Sementara itu, KM Sabuk Nusantara 51 dijadwalkan kembali bersandar pada 28 Maret dan 2 April mendatang.

General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menegaskan bahwa pelayanan terhadap arus balik tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan kunjungan wisata kapal pesiar.
“Pelayanan arus balik Lebaran menjadi prioritas kami, namun di saat yang sama kami juga tetap memberikan layanan terbaik terhadap kunjungan kapal pesiar internasional. Seluruh operasional berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala KSOP Celukan Bawang, Taufikur Rahman, yang memastikan pengawasan terus diperketat selama masa angkutan Lebaran.
“KSOP Celukan Bawang bersama seluruh instansi terkait terus memperkuat pengawasan dan koordinasi guna memastikan keselamatan pelayaran serta kelancaran arus balik penumpang di Pelabuhan Celukan Bawang,” ungkapnya.
Untuk menjaga kelancaran operasional, Pelindo menggandeng berbagai pihak seperti KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), Kepolisian, hingga TNI AL. Sinergi ini menjadi kunci agar seluruh aktivitas pelabuhan berjalan aman dan tertib.
Dengan kondisi tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang semakin mempertegas perannya sebagai jalur penting transportasi laut sekaligus gerbang masuk wisatawan mancanegara di kawasan Bali Utara. *ndr















