BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

KPU Buleleng Kenalkan Demokrasi Lewat Pemilihan OSIS di SMPN 3 Singaraja

KPU Kabupaten Buleleng memberikan edukasi demokrasi kepada siswa SMPN 3 Singaraja melalui Program Kokurikuler bertema Suara Demokrasi, Senin (28/9/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pendidikan demokrasi mulai dikenalkan kepada calon pemilih pemula sejak bangku sekolah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mengajak siswa SMP Negeri 3 Singaraja memahami praktik demokrasi melalui kegiatan pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Edukasi tersebut dikemas dalam Program Kokurikuler bertema “Suara Demokrasi: Pesta Demokrasi Pelajar: Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Spenthreeraja” yang digelar di Aula SMPN 3 Singaraja, Senin (28/9/2026).

Kegiatan diikuti siswa kelas VII dan VIII. Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, bersama Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, hadir sebagai pemateri.

Kepala SMPN 3 Singaraja, Ni Luh Rediti, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengenalkan demokrasi kepada siswa. Pemahaman tersebut dinilai perlu diberikan sejak dini agar siswa terbiasa menyampaikan pendapat dan menghargai perbedaan.

Putu Arya kemudian mengajak siswa memahami makna dasar demokrasi. Ia menjelaskan, istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan.

Menurutnya, penerapan demokrasi tidak hanya ditemukan dalam pemilihan umum. Nilai demokrasi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah, termasuk melalui kesempatan yang sama bagi siswa untuk menyampaikan pendapat, menentukan pemimpin, hingga ikut membangun lingkungan sekolah.

Belajar Demokrasi dari Pemilihan OSIS

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan tiga pilar demokrasi di lingkungan sekolah, yakni kebebasan berpendapat, kesetaraan hak, serta musyawarah mufakat.

Kebebasan berpendapat diterapkan dengan memberikan ruang kepada siswa menyampaikan gagasan, ide maupun kritik secara santun. Sementara kesetaraan hak memastikan setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama dalam menyampaikan suara.

Adapun musyawarah mufakat mengajarkan siswa untuk berdiskusi sebelum mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.

Materi kemudian diarahkan pada praktik pemilihan OSIS. Putu Arya menjelaskan, OSIS dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berpartisipasi dalam kehidupan sekolah.

Pemilihan OSIS juga dinilai menjadi media pembelajaran demokrasi karena siswa dapat mengenal proses memilih pemimpin secara langsung dan bertanggung jawab sejak usia sekolah.

Siswa turut diperkenalkan dengan asas Luber Jurdil, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Asas langsung berarti pemilih memberikan suara sendiri tanpa diwakilkan. Umum berarti pemilihan dapat diikuti seluruh warga sekolah yang memenuhi persyaratan. Bebas menegaskan bahwa pemilih menentukan pilihan tanpa paksaan, sedangkan rahasia memastikan pilihan setiap pemilih tetap terlindungi.

Sementara asas jujur dan adil menekankan bahwa seluruh tahapan pemilihan harus berjalan sesuai aturan dengan memberikan perlakuan yang setara kepada peserta maupun pemilih.

Melalui kegiatan tersebut, siswa SMPN 3 Singaraja tidak hanya mendapatkan pemahaman teori mengenai demokrasi. Mereka juga diajak melihat bagaimana prinsip demokrasi dapat diterapkan secara langsung melalui pemilihan OSIS.

KPU Buleleng berharap pengalaman tersebut menjadi bekal awal bagi siswa sebagai calon pemilih pemula. Mereka diharapkan mampu menggunakan hak suara secara bijak, menghormati perbedaan pilihan dan memahami tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

KPU Kabupaten Buleleng juga terus mendorong pendidikan pemilih sejak usia sekolah dengan menggunakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pemilihan OSIS menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk mengenalkan demokrasi sebelum mereka memasuki usia sebagai pemilih dalam pemilu. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *