BULELENG (terasbalinews.com) – Dua kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Buleleng pada Sabtu (10/10/2026). Peristiwa di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, dan Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt, mengakibatkan dua bangunan mengalami kerusakan berat. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp125 juta.
Kebakaran pertama menghanguskan rumah milik Komang Sukiarta, 34, di Desa Penyabangan, sekitar pukul 20.00 WITA. Saat kejadian, korban bersama istrinya sedang bekerja di kawasan Pantai Gunung Gondol sehingga rumah dalam keadaan kosong.
Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui tetangga korban, Ketut Suparta. Ia melihat kobaran api muncul dari bagian tengah rumah dan segera berupaya meminta bantuan warga untuk memadamkannya.
Namun, upaya warga tidak mampu mengendalikan api yang terus membesar hingga melalap bangunan beserta isinya. Saksi lainnya, Kadek Suartini, kemudian menghubungi korban untuk mengabarkan kejadian tersebut.
Setibanya di lokasi, Sukiarta mendapati rumahnya sudah terbakar dan sebagian besar barang berharga tidak dapat diselamatkan.
Bangunan utama berukuran 8 x 6 meter beserta dapur berukuran 3 x 2 meter mengalami kebakaran. Sejumlah barang ikut musnah, di antaranya kasur, lemari, televisi, peralatan dapur, ijazah, perlengkapan sekolah, serta uang tunai sebesar Rp2 juta.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta,” jelasnya, Minggu (11/10/2026).
Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut. Petugas telah meminta keterangan saksi dan korban serta memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Rumah di Munduk Bestala Rusak Berat
Kebakaran kedua terjadi di Banjar Dinas Sekar, Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt. Rumah milik Putu Mudita mengalami kerusakan berat setelah api membakar rangka atap berbahan kayu dan merusak bagian tembok.
Rumah berukuran 5 x 6 meter dengan tiga kamar tersebut juga kehilangan sejumlah perabot rumah tangga. Empat lemari, satu kasur, satu kulkas, dan satu televisi dilaporkan hangus terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyebutkan bahwa hasil asesmen awal memperkirakan kerugian pada bangunan mencapai Rp50 juta.
Tim Reaksi Cepat BPBD Buleleng telah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dampak kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada korban.
Dua kejadian tersebut menambah kewaspadaan terhadap risiko kebakaran rumah, terutama ketika kondisi cuaca panas dan hujan minim. Namun, belum ada bukti yang memastikan cuaca menjadi pemicu langsung kedua peristiwa tersebut. Dugaan korsleting listrik pada kebakaran di Gerokgak juga masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan.
Suyasa mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Pemeriksaan kabel dan sambungan listrik secara berkala diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Ia juga mengimbau warga memastikan peralatan listrik yang tidak digunakan telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah. Langkah pencegahan tersebut penting untuk menghindari kejadian serupa yang dapat mengakibatkan kerugian material besar. *ndr














