BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang Siap 99 Persen, Dikaji Jadi Jalur Alternatif Jawa-Bali

Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infrastruktur, Balkis Kusumawati, bersama jajaran Pelindo dan instansi terkait meninjau kesiapan Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang yang telah mencapai 99 persen, Selasa (3/11/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng mulai dipersiapkan sebagai salah satu alternatif lintasan penyeberangan Jawa-Bali untuk mengurangi kepadatan kendaraan pada jalur Ketapang-Gilimanuk. Dari sisi infrastruktur, kesiapan fasilitas Dermaga 3 dilaporkan telah mencapai 99 persen. Namun, pengoperasian lintasan alternatif tersebut masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan lapangan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ke Pelabuhan Celukan Bawang, Selasa (3/11/2026). Kunjungan dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati, dengan melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), KSOP Kelas IV Celukan Bawang, serta BPTD Bali.

Dua alternatif lintasan yang menjadi bahan kajian yakni Tanjung Wangi-Celukan Bawang dan Jangkar-Celukan Bawang. Kedua jalur tersebut direncanakan untuk melayani kendaraan golongan VA dan VB.

Berdasarkan kajian teknis, lintasan Tanjung Wangi-Celukan Bawang memiliki jarak sekitar 31 nautical mile (NM) atau 57 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 2,8 jam. Sementara lintasan Jangkar-Celukan Bawang berjarak sekitar 54 NM atau 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4,9 jam.

Sebagai perbandingan, lintasan Ketapang-Gilimanuk hanya memiliki jarak sekitar 4 NM atau 7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 0,3 jam. Seluruh estimasi tersebut menggunakan asumsi pengoperasian kapal KMP berkapasitas 1.500-2.000 GT.

Balkis Kusumawati menjelaskan, kajian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas transportasi Jawa-Bali. Namun, rencana pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai lintasan alternatif masih berada pada tahap perencanaan.

Kepastian penerapannya menunggu keputusan Menteri Perhubungan setelah mempertimbangkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Dalam peninjauan tersebut, sejumlah aspek teknis turut menjadi perhatian. Di antaranya kapasitas dan fasilitas sandar kapal, kesiapan ruang pemantauan atau monitoring room, CCTV, penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), hingga akses jalan dan rekayasa lalu lintas.

Dari sisi fasilitas, Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang telah mencapai tingkat kesiapan 99 persen. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada prinsipnya menyatakan siap mendukung rencana pengoperasian kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro). Meski demikian, kepastian jadwal uji coba penyandaran dan spesifikasi kapal masih diperlukan untuk memastikan aspek keselamatan serta kelancaran operasional.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang, Jumhari Nasrun, menyatakan dukungan Pelindo terhadap upaya pemerintah mengembangkan alternatif konektivitas penyeberangan Jawa-Bali.

“Pelindo berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kesiapan fasilitas serta operasional pelabuhan. Kami berharap kajian ini dapat menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas transportasi dan kelancaran arus logistik antardaerah,” ujar Jumhari.

Selain kesiapan dermaga, pengaturan operasional kapal Ro-Ro juga perlu disesuaikan dengan aktivitas kapal kargo di Dermaga 2. Hal ini penting karena pelabuhan tersebut juga memiliki rencana kunjungan kapal pesiar pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Sementara itu, BPTD Bali memaparkan sejumlah alternatif akses menuju Denpasar, yakni melalui jalur Gitgit, Cekik, Pupuan, dan Karangasem. Penentuan jalur masih dikaji dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur jalan serta kelancaran arus kendaraan.

Kepala KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, merekomendasikan agar uji coba penyandaran kapal Ro-Ro dilaksanakan pada November 2026. Uji coba tersebut diperlukan untuk mengetahui kesiapan teknis dan operasional sebelum layanan benar-benar diterapkan.

Adapun kepastian lintasan, jumlah, serta jenis kapal yang akan dioperasikan masih menunggu arahan teknis Kementerian Perhubungan. Pembahasan lanjutan mengenai rencana tersebut dijadwalkan melalui rapat koordinasi pada Rabu (4/11/2026).

Peninjauan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Selain itu, pengembangan alternatif lintasan diharapkan mendukung kebijakan Indonesia Bebas Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan (ODOL) yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2027, khususnya di kawasan Selat Bali.

Dengan kesiapan Dermaga 3 yang telah mencapai 99 persen, Pelabuhan Celukan Bawang memiliki peluang untuk memperkuat konektivitas maritim Bali Utara. Namun, realisasi jalur penyeberangan tersebut masih bergantung pada hasil kajian keselamatan, kesiapan akses darat, serta keputusan pemerintah pusat. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *