BULELENG (terasbalinews.com) – Sebanyak 323 atlet dari 76 klub bulutangkis di berbagai daerah di Indonesia meramaikan Undiksha Badminton Open III yang digelar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kejuaraan yang dibuka pada Selasa (20/10/2026) ini mempertandingkan 17 kategori hingga 24 Oktober 2026.
Selain menjadi arena persaingan atlet, turnamen tersebut juga menawarkan peluang pendidikan bagi para peserta berprestasi. Undiksha menyiapkan akses melanjutkan pendidikan tanpa tes serta beasiswa rektor bagi atlet yang berhasil meraih juara.
Ketua Panitia Undiksha Badminton Open III, Dr. Putu Artawan, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya Undiksha mendorong perkembangan talenta bulutangkis Indonesia. Melalui kompetisi tersebut, para atlet diharapkan memperoleh ruang untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi.
Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, mengapresiasi keterlibatan atlet, pemilik klub, dan para pembina dalam kejuaraan tersebut. Ia berharap penyelenggaraan turnamen dapat memperkuat kedekatan Undiksha dengan masyarakat sekaligus memperbesar kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan olahraga nasional.
“Kita berharap melalui kegiatan ini, Undiksha semakin ada di hati masyarakat dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan olahraga nasional, khususnya cabang bulutangkis,” ujarnya.
Lasmawan menjelaskan, atlet yang meraih juara I, II, dan III pada seluruh kategori mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Undiksha tanpa tes dan memperoleh beasiswa rektor. Fasilitas tersebut tidak berlaku bagi atlet yang memilih Program Studi Kedokteran.
Sementara itu, peserta yang masih berstatus siswa dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya berkesempatan diterima langsung di Sekolah Laboratorium Undiksha dengan beasiswa rektor.
Menurut Lasmawan, dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendorong prestasi olahraga, tetapi juga memastikan para atlet memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, pencapaian di lapangan dapat berjalan seiring dengan pengembangan masa depan akademik mereka.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Nilai moralitas, persaudaraan, dan sportivitas, kata dia, harus tetap dijaga selama kompetisi berlangsung.
“Kompetisi memang penting, tetapi moralitas dan persaudaraan jauh lebih penting. Karena itu, sportivitas harus terus dijunjung tinggi,” tegasnya.
Kejuaraan ini turut menghadirkan atlet bulutangkis nasional asal Buleleng, Komang Ayu Cahya Dewi. Atlet yang telah mengikuti berbagai kejuaraan internasional tersebut tampil dalam pertandingan ekshibisi bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Artanayasa.
Kehadiran Komang Ayu diharapkan menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani mengejar prestasi hingga tingkat yang lebih tinggi. Ia juga berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet bulutangkis Indonesia.
Komang Ayu berpesan agar para peserta memanfaatkan pertandingan sebagai ajang uji tanding atau sparring. Pengalaman bertanding dapat digunakan untuk melatih mental, mengevaluasi kemampuan, serta mengidentifikasi peluang pengembangan diri.
Melalui Undiksha Badminton Open III, Undiksha berupaya memperkuat pembinaan bulutangkis nasional sekaligus membuka peluang bagi atlet muda untuk meraih prestasi tanpa mengabaikan pendidikan. *ndr














