BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Bupati Sutjidra Luncurkan ASN Corporate University, ASN Dituntut Berinovasi

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meluncurkan ASN Corporate University dan Si Bijak Paten di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin (19/10/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memperkuat reformasi birokrasi melalui peluncuran ASN Corporate University dan Sistem Informasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi (Si Bijak Paten). Program yang diluncurkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin (19/10/2026), diarahkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, unsur pimpinan DPRD, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng.

Dalam sambutannya, Sutjidra menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) harus disertai integritas dan tata kelola yang transparan. Pengembangan sumber daya manusia di lingkungan birokrasi, menurutnya, perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari pimpinan hingga staf, dengan mengacu pada delapan program prioritas pembangunan daerah.

“Pengembangan seluruh ASN ini penting agar mereka memiliki kompetensi, kredibilitas, dan integritas. Pelaksanaannya juga harus transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,” tegasnya.

Penegasan tersebut menempatkan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan kinerja dan penggunaan kewenangan kepada publik.

LAN RI Tekankan Inovasi yang Berdampak

Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN. Ia menilai keberhasilan transformasi birokrasi sangat ditentukan oleh komitmen kepemimpinan serta konsistensi dalam membentuk budaya belajar di lingkungan pemerintahan.

Namun, Taufiq mengingatkan bahwa ASN Corporate University tidak boleh berhenti sebagai program pelatihan formal atau sekadar menambah sertifikat bagi aparatur. Pembelajaran harus menghasilkan perubahan dalam cara kerja birokrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia memaparkan tiga sasaran utama yang perlu dicapai melalui program tersebut. Pertama, mendorong perangkat daerah melahirkan inovasi untuk mendukung visi dan misi kepala daerah. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ketiga, menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan ekonomi, terutama kemiskinan serta pengangguran.

Dengan sasaran tersebut, keberhasilan program semestinya tidak hanya dilihat dari jumlah ASN yang mengikuti pelatihan atau menyelesaikan tahapan pembelajaran. Hasilnya perlu tercermin dalam peningkatan kualitas layanan, efektivitas program pemerintah, dan kemampuan perangkat daerah menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kompetensi dan Integritas Jadi Pertimbangan Karier

Pengembangan kompetensi melalui ASN Corporate University juga akan dihubungkan dengan sistem manajemen talenta. Hasil pembelajaran dan kontribusi aparatur diharapkan menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan karier, termasuk promosi jabatan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini menekankan pentingnya menilai ASN berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja, bukan semata-mata pemenuhan persyaratan administratif.

Bagi Pemkab Buleleng, penerapan sistem tersebut menjadi tantangan untuk memastikan proses pengembangan karier berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. ASN yang mengikuti pembelajaran diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar menyelesaikan program untuk memenuhi kewajiban.

Peluncuran ASN Corporate University dan Si Bijak Paten pun menjadi langkah awal bagi Pemkab Buleleng dalam memperkuat budaya belajar di lingkungan birokrasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut berjalan konsisten, menghasilkan inovasi yang terukur, dan menghadirkan perubahan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *