BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Padi Bridantara 8 Tembus 10,576 Ton per Hektare di Buleleng, Bantuan Alsintan Disalurkan

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama jajaran dan petani mengikuti panen padi varietas Bridantara 8 di Balai Benih Grokgak, Desa Sangalangit, Kecamatan Gerokgak, Selasa (27/10/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Uji coba padi varietas unggul Bridantara 8 di Kabupaten Buleleng mencatat produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 10,576 ton per hektare. Capaian tersebut diperoleh dari lahan uji seluas lima hektare milik Pemerintah Kabupaten Buleleng di Balai Benih Grokgak, Desa Sangalangit, Kecamatan Gerokgak, Selasa (27/10/2026).

Hasil panen ini menjadi potensi baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian Buleleng, terutama di tengah tantangan musim kemarau. Keberhasilan tersebut juga membuka peluang pengembangan varietas unggul sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan.

Panen bersama itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), Bank Indonesia Provinsi Bali, petani, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi hasil uji coba tersebut. Menurutnya, produktivitas yang melampaui 10 ton per hektare menjadi capaian penting bagi pengembangan pertanian di daerah.

“Ini capaian yang luar biasa. Selama ini, kita jarang menemukan varietas padi yang mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per hektare di Buleleng. Hasil ini menunjukkan besarnya potensi varietas unggul Bridantara 8 untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Meski demikian, Supriatna menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan varietas unggul. Dukungan benih berkualitas, pupuk, ketersediaan air, alat dan mesin pertanian, teknologi, hingga penanganan pascapanen dan pemasaran perlu diperkuat secara terpadu.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan agar lahan produktif tetap terjaga di tengah perkembangan wilayah. Dengan demikian, peningkatan produktivitas dapat berjalan beriringan dengan keberlangsungan sektor pertanian.

Dewan Pembina Yayasan Swatantra Pangan Nusantara, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., turut mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam uji coba tersebut. Ia menilai hasil Bridantara 8 berpotensi menjadi model pengembangan pertanian yang dapat diterapkan lebih luas.

“Bayangkan, dalam kondisi kemarau saja kita bisa menghasilkan sekitar 10,5 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja bersama, dan komitmen yang kuat, peningkatan produksi pangan bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya.

Akmal menyampaikan bahwa kemandirian pangan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, yayasan, dan petani. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar inovasi pertanian tidak berhenti pada uji coba, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bantuan Alsintan untuk Tiga Subak dan Satu Kelompok di Buleleng

Selain panen bersama, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada sejumlah subak di Buleleng.

Subak Grokgak di Desa Grokgak, Subak Lanyahan Jagaraga di Desa Jagaraga, dan Subak Babakan Aungan di Desa Penglatan masing-masing menerima satu unit mini combine harvester. Sementara itu, Subak Banyumala di Kelurahan Banyuasri memperoleh dua unit traktor dan power sprayer.

Bantuan alat dan mesin pertanian tersebut diharapkan mendukung efisiensi kerja petani, mempercepat proses panen, serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keberhasilan uji coba Bridantara 8 menjadi langkah awal untuk memperluas penggunaan varietas unggul dan mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Upaya tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Bali dan mendukung swasembada pangan nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P., Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat, serta Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *