DENPASAR (terasbalinews.com). Perguruan tinggi di Bali didorong mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Salah satunya melalui sosialisasi program SMK Go Global yang menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Dukungan terhadap program tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, serta Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR), Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, di Gedung VVIP Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, Jumat (6/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UNR Tirka Widanti memaparkan perkembangan lulusan universitas yang dipimpinnya. Tahun ini, UNR meluluskan 486 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program pascasarjana.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen lulusan telah terserap di dunia kerja. Sementara 40 persen lainnya masih melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan. Khusus lulusan pascasarjana, seluruhnya atau 100 persen telah terserap di dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Menanggapi pemaparan tersebut, Tutik Kusuma Wardhani menyampaikan bahwa dirinya bersama mitra kerja dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah mengintensifkan sosialisasi program SMK Go Global kepada generasi muda, termasuk mahasiswa perguruan tinggi di Bali.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk menyiapkan 500 ribu calon pekerja migran terampil hingga 2029, sesuai target Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Tutik, peluang kerja di luar negeri terbuka lebar seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi, terutama penguasaan bahasa asing dan keterampilan teknis yang memenuhi standar serta memiliki sertifikasi atau akreditasi sesuai kebutuhan negara tujuan.
Karena itu, sosialisasi SMK Go Global dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai peluang sekaligus persyaratan bekerja di luar negeri. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran, khususnya di Bali.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Tutik dan Universitas Ngurah Rai untuk menjajaki kerja sama dalam menyosialisasikan program SMK Go Global kepada mahasiswa. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan yang siap memasuki pasar kerja domestik, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi persaingan tenaga kerja global.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari Menko AHY. Ketua Umum Partai Demokrat itu mendukung langkah Tutik dalam memperluas sosialisasi program SMK Go Global agar semakin banyak generasi muda Bali mengetahui dan tertarik memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Sementara itu, Menko AHY dijadwalkan menghadiri Wisuda Universitas Ngurah Rai pada Sabtu (7/11/2026), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua. Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memberikan orasi ilmiah yang menyoroti pentingnya penguatan kualitas SDM untuk menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, serta semakin ketatnya persaingan dunia kerja. (red)














