BREAKING NEWS
Gunakan QR Code, Pertamina Uji Coba Full Cycle BBM Subsidi

ARW: Hindari Jeratan Investasi Bodong, Kuncinya Literasi dan Edukasi

Literasi dan Edukasi OJK - Anggota DPR RI Komis XI I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW), Sabtu (21/1/2023) saat hadir bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di rumah salah satu warga, Wayan Sutama di Banjar Benbiu, Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Literasi dan Edukasi OJK - Anggota DPR RI Komis XI I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW), Sabtu (21/1/2023) saat hadir bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di rumah salah satu warga, Wayan Sutama di Banjar Benbiu, Denpasar Utara, Kota Denpasar. (foto/tbn)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Investasi bodong itu seperti bunglon yang akan selalu berbenah diri dan berganti baju menyesuaikan kecanggihan teknologi dan keterbukaan ruang digital. Begitu diungkapkan Anggota DPR RI Komis XI I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW), Sabtu (21/1/2023) saat hadir bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di rumah salah satu warga, Wayan Sutama di Banjar Benbiu, Denpasar Utara, Kota Denpasar, dalam rangka Penyuluhan Jasa Keuangan OJK yang dibarengi dengan pemberian 550 bingkisan.

“Literasi menjadi kata kunci dalam jeratan investasi bodong dan penangkal hanya dengan memperkuat literasi dan edukasi keuangan pada diri masing-masing individu,” ucap ARW didampingi Kordinator Tim ARW, AA Istri Paramita Dewi.

ARW mengatakan ketika seseorang sudah terjerat investasi bodong jangan pernah berharap uang akan kembali 100 persen. Banyak kasus investasi bodong yang bisa dijadikan sebagai contoh.

Baca Juga:  OJK Cabut Izin Usaha BPR Legian

Ia menyebutkan, rata-rata dari kasus tersebut hanya berakhir dengan kerugian besar. Bahkan kasus hukum yang menjerat pelaku juga tak bisa mengembalikan seluruh uang yang sudah diinvestasikan.

Cara terbaik adalah jangan sampai terjerat investasi bodong. Bagi mereka yang sudah terlanjur melapor ke pihak berwajib untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Upaya ini kata ARW lagi adalah untuk membantu aparat kepolisian dalam memutus aktivitas pelaku agar tidak ada korban lain yang terjerat kasus serupa.

“Maka yang penting adalah jangan sampai menjadi korban investasi bodong tersebut,” tukas ARW, politisi PDI Perjuangan asal Desa Peguyangan Denpasar ini.

Baca Juga:  "Mimpi" Tawarkan Kenyaman Dengan Teknologi Kompresi dari Belgia

ARW menekankan bahwa literasi keuangan masyarakat harus ditingkat untuk menangkal dari jerat investasi bodong. Namun berdasarkan survei tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah.

“Korban memang sudah memakai produk investasi bodong itu namun mereka tidak paham tentang risiko. Karenanya literasi itu menjadi penting,” katanya mewanti-wanti.

Bahkan Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat telah memanggil dan meminta penghentian kegiatan serta pengembalian dana masyarakat yang telah dihimpun kepada entitas yang diduga telah melakukan penawaran investasi tanpa izin dari regulator dan diduga telah melakukan money game/skema ponzi.

“Segera laporkan melalui layanan kontak OJK jika menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam menerima tawaran berinvestasi dengan ciri-ciri skema ponzi segeralah hubungi call center OJK 157 atau di WA 081 157 157 157,” pungkasnya.

Baca Juga:  Rai Wirajaya - Percayakan Pembangunan Bandara Buleleng di Tangan Gubernur Bali

Ciri utama penipuan berkedok investasi adalah tidak dimilikinya dokumen perizinan yang sah dari regulator (pengawas) terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappebti – Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lainnya. (yak)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *