BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Bali Jadi Percontohan Nasional, Satu Suntikan untuk Enam Jenis Perlindungan Bayi

whatsapp image 2025 10 08 at 09.48.47
Tenaga kesehatan memberikan imunisasi Vaksin Heksavalen kepada bayi di salah satu fasilitas kesehatan di Buleleng, Rabu (8/10). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kabar baik bagi para orang tua di Bali. Mulai Oktober 2025, imunisasi dasar untuk bayi kini lebih praktis berkat peluncuran Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit dalam satu suntikan.

Provinsi Bali ditetapkan sebagai salah satu dari tiga daerah percontohan nasional, bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Vaksin ini menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio, menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari berbagai evaluasi di lapangan terhadap keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ujar dr. Sebawa, Selasa (7/10).

Menurutnya, penggabungan vaksin ini tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua dalam menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain itu, vaksin kombinasi ini juga mengatasi kesenjangan cakupan antara vaksin pentavalen dan polio injeksi yang selama ini menjadi kendala di lapangan.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelasnya.

Dari sisi pelaksanaan, tenaga kesehatan juga diuntungkan karena proses imunisasi kini lebih efisien dan cepat. Pelayanan bisa dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” ungkapnya.

dr. Sebawa menegaskan, penerapan vaksin Heksavalen diharapkan mampu mendorong capaian IDL hingga 95 persen dan mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *