BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BEE 2026 Jadi Titik Awal Kebangkitan Singaraja sebagai Kota Pendidikan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyapa dan berinteraksi dengan peserta pementasan seni saat pembukaan Buleleng Education Expo (BEE) 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (20/5/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Buleleng Education Expo (BEE) 2026 resmi dibuka di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (20/5), dengan semangat besar menghidupkan kembali identitas Singaraja sebagai Kota Pendidikan di Bali Utara. Pembukaan expo pendidikan terbesar di Kabupaten Buleleng itu berlangsung meriah dengan menampilkan inovasi pendidikan, teknologi digital, seni, hingga kreativitas pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Ribuan siswa, guru, mahasiswa, dan masyarakat memadati arena expo yang menghadirkan berbagai pameran interaktif, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), coding, hingga pertunjukan seni budaya.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dalam sambutannya menegaskan BEE 2026 bukan sekadar ajang pameran pendidikan, melainkan bagian dari transformasi pendidikan menuju era Pendidikan 5.0 yang mengedepankan keseimbangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan.

“Melalui BEE 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Buleleng siap menjadi pusat pendidikan yang maju, inovatif, dan tetap berakar pada nilai budaya serta karakter Mabraya,” tegas Sutjidra.

Menurutnya, perkembangan teknologi seperti AI dan coding harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis.

“Anak-anak kita harus mampu bersaing di era digital, namun tetap santun, kreatif, dan memiliki jiwa gotong royong,” ujarnya.

Sutjidra juga menegaskan komitmen Pemkab Buleleng dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau melalui visi pembangunan “Buleleng Paten”. Berbagai program seperti peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga penerapan metode pembelajaran mendalam atau deep learning terus diperkuat guna meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

BEE 2026 juga menjadi ruang kolaborasi besar antar satuan pendidikan di Buleleng. Sebanyak 101 sekolah ikut ambil bagian dalam pementasan seni dan kreativitas, sementara 54 satuan pendidikan menghadirkan pameran inovasi pembelajaran serta karya siswa berbasis teknologi modern.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan BEE hadir sebagai wadah memperkuat sinergi dunia pendidikan sekaligus membangun branding Singaraja sebagai Kota Pendidikan.

“BEE bukan hanya expo, tetapi ruang kolaborasi untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi pendidikan Buleleng kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, filosofi “Bee” atau lebah dipilih karena melambangkan kerja sama, ketekunan, dan produktivitas yang dinilai selaras dengan semangat membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan kuat menghadapi perkembangan zaman.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti talkshow Program Satu Keluarga Satu Sarjana, lomba praktik baik pembelajaran yang melibatkan ratusan guru, layanan pendidikan, hingga pertunjukan seni dari pelajar terbaik Buleleng.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu membawa Singaraja kembali bersinar sebagai pusat pendidikan unggulan di Bali Utara. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *