BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi lintas sektor pendidikan dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali “Satu Keluarga Satu Sarjana”. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, saat memberikan sekapur sirih dalam talkshow “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (21/5).
Menurut Surya Bharata, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah serta rata-rata lama pendidikan masyarakat yang berpengaruh langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Program ini sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan mampu mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di Buleleng maupun Bali secara umum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui BEE pemerintah daerah berupaya membangun kolaborasi mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi guna memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menghidupkan kembali identitas Singaraja sebagai kota pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Wesnawa Punia, mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng dalam membangun sinergi pendidikan untuk mendukung program “1 KK 1 Sarjana”.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari grand design pembangunan SDM Bali unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ‘1 KK 1 Sarjana’ merupakan bagian dari grand design pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah,” kata Wesnawa.
Ia menambahkan, Pemprov Bali juga mulai menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK mulai tahun 2026 untuk memastikan proses seleksi berjalan lebih objektif sesuai kompetensi siswa.
Selain itu, penguatan pendidikan berbasis budaya Bali juga terus dilakukan melalui penerapan kalender pendidikan berbasis adat dan budaya lokal serta integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam berbagai mata pelajaran.
Dalam mendukung program “1 KK 1 Sarjana”, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki sarjana. Pada tahun 2025, kuota program disiapkan untuk 1.450 mahasiswa dan meningkat menjadi 2.500 mahasiswa pada 2026.
Bantuan yang diberikan meliputi biaya pendaftaran kuliah gratis, bantuan UKT sebesar Rp1 juta per bulan, hingga bantuan biaya hidup sesuai wilayah tempat mahasiswa menempuh pendidikan.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kualitas SDM Bali,” ungkapnya.
Pemprov Bali juga menyiapkan konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan program memiliki kesiapan kerja dan tidak menjadi sarjana pengangguran.
“Mekanisme program dilakukan melalui perguruan tinggi. Mahasiswa mendaftar terlebih dahulu ke kampus negeri maupun swasta, kemudian pihak kampus mengusulkan peserta program kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk proses pembiayaan,” jelas Wesnawa.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program “Satu Keluarga Satu Sarjana” mampu membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus melahirkan generasi muda Bali yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. *ndr














