BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Buleleng Jadi Contoh Nasional Penguatan Layanan Primer dengan Dukungan Global Fund

whatsapp image 2025 08 27 at 15.05.23
Rapat Koordinasi lintas program dan sektor terkait implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat Kabupaten Buleleng, yang digelar di Hotel Aneka, Lovina, Rabu (27/8). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kabupaten Buleleng menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam penguatan layanan kesehatan primer di Bali. Melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP), Buleleng menjadi kabupaten pertama yang secara serius mengadopsi pendekatan kesehatan berbasis siklus hidup, dengan dukungan penuh dari lembaga internasional Global Fund.

Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor yang digelar di Hotel Aneka, Lovina, Singaraja, Rabu (27/8). Sejak resmi diluncurkan pada 17 Mei 2024, sudah ada 20 puskesmas di Buleleng yang menerapkan konsep ILP dengan memperkuat peran puskesmas pembantu (Pustu) dan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Tahun ini, Buleleng ditetapkan sebagai salah satu lokasi implementasi program Global Fund Resilient and Sustainable System for Health (GF-RSSH), menandai pengakuan nasional bahwa inisiatif Buleleng layak dijadikan model bagi daerah lain.

Sekretaris Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan program. “Dengan dukungan hibah Global Fund, kami berharap pelaksanaan ILP di Buleleng, khususnya di Puskesmas Buleleng III yang mencakup wilayah Alasangker dan Jinengdalem, dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan,” ujarnya.

Puskesmas Buleleng III dipilih sebagai pusat implementasi GF-RSSH. Keberhasilan di puskesmas ini diharapkan menjadi rujukan tidak hanya di Bali, tetapi juga di tingkat nasional. Pemerintah pusat sendiri telah menargetkan penerapan ILP di 15 kabupaten/kota pada 2024, dilanjutkan 15 daerah pada 2025, dan 10 daerah pada 2026.

Melalui sinergi pemerintah daerah, pusat, serta dukungan internasional, Buleleng bertekad mewujudkan layanan kesehatan primer yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *