BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Buleleng Jadi Pusat Dunia Vovinam 2025, Parade Budaya Warnai Pembukaan Kejuaraan Internasional

img 20251102 wa0045
Aksi memukau para atlet Vovinam di atas panggung budaya Bali, memadukan seni bela diri dan kemegahan tradisi lokal. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Atmosfer meriah mewarnai Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja pada Minggu (2/11/2025), saat Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 tahun 2025 resmi dibuka. Ratusan atlet dari berbagai penjuru dunia disuguhkan nuansa budaya khas Buleleng lewat Tari Goak, Joged Bumbung, hingga Barong Sai—menjadi simbol penyambutan hangat dan harmoni budaya Nusantara dengan negara sahabat.

Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Vovinam 2025, Gede Supriatna, menegaskan bahwa pelaksanaan event bergengsi ini membawa misi lebih dari sekadar kompetisi.
“Ini bukan hanya agenda pertandingan beladiri. Ini komitmen pembinaan dan pengembangan Vovinam di Indonesia, sekaligus mempererat persaudaraan atlet, official dan negara-negara peserta di Buleleng. Momentum ini juga untuk memperkuat brand pariwisata olahraga Buleleng di kancah global,” ujarnya.
Ia juga menekankan nilai persatuan, sportivitas, dan perdamaian dunia yang diusung melalui ajang ini.

Tahun ini, hampir 400 peserta dari 26 negara turut ambil bagian, termasuk Afghanistan, France, Japan, Indonesia, hingga Vietnam. Para peserta dijadwalkan bertanding pada 3–6 November di GOR Indoor Tenis Undiksha, setelah melalui rangkaian kongres dan kegiatan pendukung lainnya. Mereka juga akan mengikuti city tour pada 7 November sebelum kembali ke negara masing-masing.

Presiden World Vovinam Federation, Mr. MaiHuuTin, turut memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara.

“Terima kasih atas sambutan luar biasa. Kami harap seluruh atlet dan official menikmati kejuaraan ini, dan Tuhan memberkati kita semua,” ungkapnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menambahkan bahwa kejuaraan ini bukan semata ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarnegara dan mempromosikan budaya Bali kepada dunia.

“Lewat ajang ini kita bukan hanya mengejar medali. Tapi membangun jembatan antarbangsa… dan memberi inspirasi generasi muda untuk mengisi ruangnya dengan kegiatan positif melalui olahraga,” tegas Koster, menyebut nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi harmoni.

Dengan kehadiran atlet internasional dan sentuhan budaya lokal yang kuat, Buleleng kian memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism yang diperhitungkan di panggung global. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *