BULELENG (terasbalinews.com) – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala di Kecamatan Kubutambahan kini berada pada titik kritis. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat strategi pengurangan sampah dari hulu. Salah satunya melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) yang telah tersebar di berbagai desa.
Upaya tersebut kini diperkuat dengan inovasi baru hasil kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng bersama Rumah Plastik Singaraja. Kolaborasi ini melahirkan mesin pengolahan yang mampu menangani sampah organik dan anorganik sekaligus. Desa Anturan ditetapkan sebagai lokasi pilot project teknologi yang diberi nama TPS3R Plus.
Gede Suharjono, Kabid Cipta Karya PUTR Buleleng, menyampaikan bahwa TPS3R Plus dirancang dengan kemampuan pemilahan dan pencacahan otomatis.
“Kalau TPS3R sebelumnya cenderung mengelola sampah organik sedangkan plastik masih belum. Sekarang kita pilot project ini biar bisa plastiknya dikelola sendiri oleh desa sekaligus untuk mendukung program inovasi jalan cantik atau pengaspalan jalan dengan campuran sampah plastik,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Dengan adanya mesin ini, proses pemilahan sampah yang selama ini belum sempurna diharapkan jadi lebih efisien. Anggaran pembangunan TPS3R Plus—meliputi alat dan bangunan—diperkirakan mencapai Rp300–400 juta.
“Sekarang sudah ada 57 TPS3R di Buleleng, semuanya aktif mengolah sampah… Kita dorong agar yang 57 TPS3R itu bisa lebih optimal,” tambah Suharjono.
Putu Eka Darmawan, Owner Rumah Plastik Singaraja, menjelaskan bahwa kapasitas mesin mencapai 5 ton per hari dalam operasi 8 jam. Mesin ini sepenuhnya menggunakan tenaga listrik berdaya 33.000 watt.
“Dengan adanya alat ini, desa bisa membantu pemenuhan bahan plastik dan juga menghasilkan bagi desa. Ini perdana di Buleleng ada TPS3R Plus,” ungkapnya.
Eka Darmawan juga memastikan mesin tersebut memiliki durabilitas tinggi tanpa memerlukan perawatan khusus. Cukup pemeriksaan rutin seperti pengecekan baut, oli, dan pembersihan agar tidak berkarat.
“Dengan keberadaan mesin ini akan mampu meningkatkan fungsi TPS3R sebelumnya, sehingga permasalahan sampah di desa selesai di desa,” tegasnya.














